Bank DBS Indonesia Dukung Food Rescue Bersama Garda Pangan

Bank DBS Indonesia Dukung Food Rescue Bersama Garda Pangan

Permasalahan limbah makanan atau food loss and waste kerap kali dianggap enteng. Padahal, berdasarkan data Bappenas tahun 2021, limbah makanan ditaksir menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp213-551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia per tahun.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah makanan adalah melalui food rescue. Food rescue merupakan upaya penyelamatan makanan berlebih yang masih dalam keadaan baik dan layak makan dan potensi terbuang.

Makanan berlebih dari industri F&B diperiksa kembali kualitasnya, dikemas ulang, lalu dibagikan kepada masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan, atau masyarakat pra-sejahtera.

Baca juga: Kisah Sukses 3 Perempuan Pengusaha UMKM Meraih Cuan di Masa Pandemi

Upaya ini merupakan salah satu inisiasi yang digalangkan oleh Garda Pangan, wirausaha sosial asal Surabaya yang merupakan salah satu wirausaha sosial binaan Bank DBS Indonesia, yang bertujuan menjadi food bank atau pusat koordinasi makanan berlebih untuk disalurkan kepada masyarakat pra-sejahtera. 

Bank DBS Indonesia menyadari, pandemi Covid-19 memberikan efek pada perekonomian masyarakat pra-sejahtera dengan pendapatan tidak tetap dan hanya bergantung pada upah atau penghasilan harian, serta pemberhentian pekerjaan. Adanya penurunan pemasukan secara drastis menyebabkan sulitnya jangkauan terhadap kebutuhan makanan bergizi menjadi semakin sulit bagi beberapa kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam periode program yang telah berlangsung sejak tahun lalu, Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Garda Pangan mengajak nasabah, pengguna kartu kredit digibank untuk berdonasi dengan menukarkan customer rewards kartu kredit digibank mereka untuk selanjutnya digandakan (match donation) oleh Bank DBS Indonesia dengan donasi paket sembako.

Baca juga: Laporan WFDSA: Penjualan Langsung Tetap Meningkat di Masa Pandemi

“Bank DBS Indonesia berfokus untuk membantu masyarakat yang paling terdampak melalui donasi dengan mengajak keterlibatan nasabah, di mana donasi yang didistribusikan kami salurkan salah satunya melalui wirausaha sosial Garda Pangan,” ujar Executive Director, Head of Group Strategic Marketing Communication, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Bekerja sama dengan mitra-mitra di industri F&B, Garda Pangan setiap harinya melakukan rescue dengan menjemput makanan yang berlebih yang berpotensi terbuang dari mitra, untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: 52 Persen Konsumen Tertarik Brand Baru di Festival Belanja Online

Founder Garda Pangan Dedhy Trunoyudho menjelaskan, dari sudut pandangnya yang dulu seorang pengusaha katering, opsi membuang makanan menjadi pilihan ideal karena cepat, murah, dan praktis untuk dilakukan. Tetapi kegelisahan melihat pembuangan makanan tersebut menggerakkan kami untuk menginisiasi Garda Pangan.

“Tidak hanya memastikan semua potensi limbah tidak berakhir di landfill, Garda Pangan juga berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat terkait dampak dari makanan berlebih yang terbuang, khususnya di masa pandemi ini. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama, salah satunya Bank DBS Indonesia,” katanya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 30, 2021, 8:51 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.