Xendit Luncurkan Xendit Inventory Sync untuk Pelaku UMKM Online

Xendit Luncurkan Xendit Inventory Sync untuk Pelaku UMKM Online

Xendit meluncurkan fitur baru Xendit Inventory Sync, sebuah inovasi teknologi multi-channel untuk mengelola stok inventaris produk yang dijual online baik di marketplace atau website. Fitur ini memudahkan pelaku bisnis untuk memantau jumlah stok di masing-masing kanal dalam satu dasbor yang rapi dan terintegrasi. 

Co-Founder and CEO Xendit Moses Lo mengatakan, selama ini pelaku bisnis masih harus melakukan pembaruan stok secara manual, satu per satu di setiap platform. Kondisi seperti itu tentu memakan waktu yang tidak sedikit dan menguras tenaga.

Baca juga: Empat Hal yang Diidamkan Seller di Online Marketplace

“Karena itulah, kami meluncurkan fitur terbaru Xendit Inventory Sync untuk membantu pelaku bisnis menghemat waktu dan tenaga operasional. Dengan fitur ini, hanya dengan satu kali update stok, maka semua SKU atau Stock Keeping Unit di Shopee, Tokopedia, serta website brand secara otomatis akan ter-update,” katanya.

Saat ini, hampir semua pelaku bisnis di Indonesia menerapkan strategi pemasaran multi-channel agar dapat mengkombinasikan saluran penjualan baik di marketplace maupun di website. Indonesia yang sedang mengalami masa keemasan e-commerce mencatatkan lonjakan proporsi transaksi online, dari 2 persen di tahun 2016 menjadi 20 persen di tahun 2020.

Baca juga: 6 Tips Berkarier di Industri E-Commerce dari Samuel Ray

Diperkirakan, transaksi e-commerce pun bisa mencapai 40 persen dari total keseluruhan transaksi ritel di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Tampilan serta pengaturan Xendit Inventory Sync sengaja dirancang agar simpel dan mudah diakses, sehingga bisa digunakan oleh siapapun, tanpa perlu coding atau keahlian teknis tertentu.

Saat ini, Xendit Inventory Sync mendukung integrasi di Shopify, WooCommerce, Shopee, dan Tokopedia. Shopee dan Tokopedia merupakan dua platform e-commerce terbesar di Indonesia, dengan total pengunjung website masing-masing mencapai 90 juta dan 80 juta sepanjang tahun 2020, menurut data iPrice Group & SimilarWeb


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 25, 2021, 8:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.