Serba Serbi Bank Digital yang Wajib Diketahui

Serba Serbi Bank Digital yang Wajib Diketahui

Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus tuntutan bagi perbankan Indonesia agar memiliki daya saing, lebih efisien, adaptif dan kontributif bagi perekonomian nasional, serta memberi manfaat luas untuk masyarakat Indonesia. Salah satu adalah bank digital yang sudah diberi lampu hijau beroperasi melalui regulasi POJK 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2021, hingga saat ini sudah tercatat ada lima bank yang telah resmi menjadi bank digital dan tujuh bank lainnya akan segera menyusul untuk mendapatkan izin operasi menjadi bank digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan, OJK mendorong akselerasi tranformasi digital di sektor keuangan dilandasi dengan semangat dan tujuan agar perbankan Indonesia dapat menjadi lebih berdaya saing, lebih efisien, adaptif, dan kontributif bagi perekonomian nasional serta memberi manfaat luas untuk masyarakat Indonesia.

Baca juga: Ini Aturan Penyelenggaraan Bank Digital dari OJK

Nah, agar lebih memahami mengenai bank digital, berikut ini serba-serbi bank digital berupa pertanyaan yang perlu diketahui agar dapat memanfaatkan layanan secara maksimal.

Apa itu Bank Digital?

Bank digital adalah Bank Berbadan Hukum Indonesia (Bank BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha terutama melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau menggunakan kantor fisik terbatas.

Sesuai dengan Undang-Undang mengenai perbankan yang berlaku saat ini, hanya dikenal dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). OJK tidak mendefisikan bank digital sebagai suatu bank jenis baru. Istilah bank digital tidak mengubah bank secara kelembagaan. Bank tetaplah bank, apapun model bisnisnya.

Apakah Bank Digital tidak Memiliki Kantor Fisik?

Bank digital tetap wajib memiliki minimal satu kantor fisik berupa kantor pusat dan memenuhi persyaratan operasional sebagai bank digital.

Baca juga: OJK Ubah Pengelompokan Bank dari BUKU Jadi KBMI

Apa Syarat Menjadi Bank Digital?

Bank digital dapat beroprasi melalui pendirian Bank Berbadan Hukum Indonesia (Bank BHI) baru sebagai bank digital atau bertransformasi dari Bank BHI existing menjadi bank digital. Bank BHI yang beroperasi sebagai bank digital harus memenuhi persyaratan, yaitu:

● Memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah.

● Memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang pruden dan berkesinambungan.

● Memiliki manajemen risiko secara memadai.

● Memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sesuai dengan ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan bagi pihak utama lembaga jasa keuangan.

● Menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah.

● Memberikan upaya yang kontributif terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital dan/atau unklusi keuangan.

Baca juga: BI Terbitkan Standardisasi Penyelenggaraan Sistem Pembayaran

Apakah Ada Izin Khusus untuk Bank Digital?

OJK tidak menerbitkan izin khusus terkait bank digital. OJK tidak membedakan antara bank tradisional yang sama sekali belum memiliki layanan digital, bank yang telah memiliki layanan perbankan digital, bank yang menerapkan model bisnis bank digital secara hybrid, bank digital hasil transformasi dari bank tradisional atau bank digital yang terbentuk melalui pendirian bank baru (fully digital bank).

Bank BHI yang mengklaim sebagai bank digital, seyogyanya berpedoman kepada ketentuan mengenai bank digital serta wajib memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang diberlakukan untuk Bank BHI dan bukan hanya menjadi label bank digital sebagai gimmick bisnis semata.

Bagaimana Aspek Keamanan Data dari Bank Digital?

Dalam POJK 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum ini telah diatur bahwa Bank BHI yang beroperasi sebagai bank digital, baik melalui pendirian Bank BHI baru sebagai bank digital atau transformasi dari Bank BHI existing menjadi bank digital, wajib memenuhi persyaratan untuk menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah,


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 25, 2021, 8:42 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.