Ada Aturan Bank Digital, Bank Neo Commerce Optimis di Semester II 2021

Ada Aturan Bank Digital, Bank Neo Commerce Optimis di Semester II 2021

Memasuki semester kedua tahun 2021, Bank Neo Commerce (BBYB) menaruh optimisme yang tinggi terhadap industri perbankan Indonesia. Manajemen BNC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah merilis dua regulasi baru terkait bank digital, yakni POJK No 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang mempertegas definisi suatu bank digital, pendirian, dan teknis operasionalnya.

Kemudian, POJK No 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum yang mempermudah bank digital menciptakan produk atau layanan inovatif bagi masyarakat melalui penyederhanaan perizinan dan regulasi.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, mengatakan, dua regulasi baru tersebut memperjelas keberadaan bank digital di Indonesia. Dua POJK itu dianggap sebagai sebuah sinyal positif dari regulator untuk mendukung terciptanya ekosistem perbankan digital yang sehat, aman, dan inovatif serta mendukung penetrasi inklusi keuangan tingkat nasional.

Baca juga: Ini Aturan Penyelenggaraan Bank Digital dari OJK

“Dengan kedua butir regulasi ini, Bank Neo Commerce semakin terpacu untuk terus berinovasi dan memberikan layanan dan produk perbankan digital yang end-to-end dengan dukungan penuh dari regulator,” katanya dalam keterangan resminya.

Pertumbuhan Bank Neo Commerce juga semakin jelas terlihat dari antusiasme masyarakat selama satu bulan terakhir. Ditandai dengan peningkatan saham BBYB sebesar 124,17 persen, hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bank Neo Commerce.

Dalam kurun waktu tersebut juga terjadi pergerakan kepemilikan saham, di mana PT Akulaku Silvrr Indonesia menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 24,98 persen, kepemilikan PT Gozco Capital sebesar 17,88 persen, dan kepemilikan PT Asabri yang semakin tergerus menjadi 0,53 persen per penutupan perdagangan pada Kamis (19/8/2021)

Baca juga: OJK Ubah Pengelompokan Bank dari BUKU Jadi KBMI

Kehadiran Akulaku sebagai pemegang saham utama BBYB memperkuat komitmen Bank Neo Commerce dalam memanfaatkan teknologi dan pengalaman Akulaku sebagai salah satu perusahaan fintech terkemuka di Asia Tenggara yang menyediakan berbagai layanan keuangan digital kepada masyarakat.

Sementara itu, sebaliknya Asabri yang sebelumnya menjadi salah satu pemegang saham utama BYBB terus mengurangi kepemilikannya secara signifikan dari 18,62 persen hingga menjadi 0,53 persen selama 2021 ini.

Menanggapi hal tersebut, Tjandra menambahkan, perubahan tersebut wajar terjadi di industri perbankan. Bagi kami, Asabri telah turut mengawal langkah demi langkah yang ditempuh Bank Yudha Bhakti dalam melayani masyarakat Indonesia sejak kurang lebih 30 tahun terakhir.

“Seiring dengan transformasi Bank Yudha Bhakti menjadi sebuah bank digital bernama Bank Neo Commerce, babakan baru telah dimulai yaitu dengan adanya persetujuan dari regulator yang mengukuhkan Akulaku sebagai pemegang saham pengendali dan yang selama ini telah menjadi ekosistem digital utama Bank Neo Commerce,” jelasnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 24, 2021, 8:47 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.