Kenali Perbedaan Sukuk dan Obligasi

Kenali Perbedaan Sukuk dan Obligasi

Pemerintah dalam satu dekade ini cukup gencar menerbitkan investasi negara. Salah satunya adalah sukuk. Namun sayangnya, ternyata masih banyak orang yang menganggap bahwa sukuk sebagai bagian dari obligasi.

Penerbitan sukuk diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang No. 19 Tahun 2008 tentang SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara. Aspek syariah beberapa sukuk dapat dipertanggungjawabkan karena menganut fatwa MUI atau dikendali Dewan Syariah Nasional.

Sementara, obligasi merupakan surat yang dikeluarkan pemerintah atau perusahaan tertentu yang menandakan Anda memiliki piutang. Pemerintah atau suatu perusahaan memiliki utang kepada pemegang obligasi yang akan dikembalikan pada jangka waktu dan nominal yang telah disetujui bersama.

Baca juga: Begini Simulasi Imbal Hasil Investasi SR015

Perbedaan Sukuk dan Obligasi

Perbedaan sukuk dan obligasi dapat dilihat dari keuntungan yang diperoleh. Investasi dengan sukuk dilakukan dengan cara bagi hasil. Sedangkan keuntungan obligasi diperoleh dalam bentuk kupon yang menandakan bunga, yang nantinya harus dibayar pada penerbit obligasi atau pihak berutang.

Berikut ini perbedaan sukuk dan obligasi:

Perbedaan

Sukuk

Obligasi

Prinsip Dasar

Aset, proyek, jasa, atau investasi yang dimiliki bersama

Penerbit obligasi merupakan pihak yang berhutang, penerima obligasi (investor) merupakan pemilik piutang

Penerapan Prinsip Syariah

Wajib digunakan dan tidak boleh bertentangan

Tidak terbatas pada prinsip syariah

Hasil

Berupa bagi hasil dan capital gain

Berupa kupon atau bunga


Jenis Sukuk

Berdasarkan jenisnya, sukuk umumnya dibagi menjadi tiga yang dibedakan dari penerbit sukuk dan cara penjualannya. Berikut ini tiga jenis sukuk yang dikenal di Indonesia:

1. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dikenal juga sebagai “sukuk negara” di mana pemerintah menerbitkan dan menjualnya berdasarkan prinsip syariah.

Baca juga: https://duitologi.com/articles/2020/11/10/pakai-prinsip-syariah-apa-perbedaan-sukuk-tabungan-dan-sukuk-ritel/

2. Sukuk Retail

Pada jenis Sukuk Ritel, sukuk yang dijual juga merupakan sukuk negara. Namun, penjualannya dilakukan secara retail lewat agen penjual sukuk yang sudah dipilih oleh pemerintah.

3. Sukuk Korporasi

Sukuk korporasi merupakan jenis sukuk yang paling berbeda karena jenis sukuk ini dikeluarkan oleh perusahaan korporasi. Tapi, walaupun begitu, sukuk dijual tetap dengan prinsip syariah.

 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 23, 2021, 7:25 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.