PPKM Level 4 Jawa Bali Kembali Diperpanjang Sampai 23 Agustus 2021

PPKM Level 4 Jawa Bali Kembali Diperpanjang Sampai 23 Agustus 2021

Pemerintah kembali mengambil keputusan untuk memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali hingga 23 Agustus 2021. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, atas arahan petunjuk Presiden Republik Indonesia, maka PPKM level 4, 3, dan 2 di Jawa dan Bali akan diperpanjang sampai tanggal 23 Agustus 2021,” kata Luhut di dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/8/2021).

Luhut memaparkan, penerapan perpanjangan PPKM level 4, 3, dan 2 di wilayah Jawa Bali yang dilakukan sejak tanggal 7-16 Agustus 2021 menunjukkan hasil yang semakin baik. Hal ini dapat terlihat dari tren kasus terkonfirmasi yang pada 15 Agustus 2021 turun hingga 76 persen.

Baca juga: Siap-siap Hidup Bersama dengan Covid-19

“Kalau minggu lalu saya laporkan 59 persen, sekarang di 76 persen dan sekarang kasus aktif turun 53 persen dari titik puncaknya. Jumlah angka kesembuhan juga meningkat dan jumlah kematian terus mengalami penurunan," paparnya.

Tren positivity rate, perawatan pasien, kasus konfirmasi, dan angka kematian pada hampir di seluruh provinsi di Jawa dan Bali juga menunjukkan penurunan. Namun, berdasarkan kunjungan di lapangan, masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pada beberapa wilayah.

Oleh karena itu, langkah-langkah intervensi telah diambil oleh pemerintah antara lain melakukan mobilisasi pasien-pasien isolasi mandiri (isoman) ke pusat-pusat isolasi yang disediakan oleh pemerintah, kota/kabupaten.

Baca juga: Sampai Kapan PPKM Level 4 Akan Diperpanjang?

“Pemerintah juga akan memastikan ketersediaan obat serta oksigen konsentrator sehingga kami harapkan dalam minggu depan akan terjadi perbaikan signifikan terutama untuk wilayah Bali dan Malang Raya,” terang Luhut.

Dalam penerapan perpanjangan PPKM seminggu ke depan, terdapat tambahan kabupaten/kota yang masuk ke level 3 sebanyak 8 kabupaten/kota sehingga total kabupaten/kota yang masuk dalam level 3 dan 2 mencapai 61 kabupaten/kota. Terkait keputusan ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) secara detail.

Indikator Kematian

Terkait indikator kematian, Luhut menegaskan, pemerintah tidak mengeluarkan indikator kematian secara permanen dalam evaluasi level PPKM di Jawa dan Bali. “Sama sekali tidak, kami sedang mengharmonisasi data sehingga kita harapkan dalam minggu depan itu akan bisa kita umumkan kembali,” tegas Luhut.

Baca juga: Ini Kelonggaran Aktivitas di Wilayah PPKM Level 4 Jawa Bali Terbaru

Indikator kematian ini dikeluarkan sementara sejak minggu lalu untuk dilakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam hal pelaporan sehingga akurasi dapat lebih baik. Contohnya, pada tanggal 10 Agustus 2021, ada satu kota yang angka kematiannya melonjak berlipat-lipat kali, di mana angkat kematian itu 77 persen berasal dari periode Juli dan bulan-bulan sebelumnya.

Kasus seperti banyak ditemukan di kabupaten-kabupaten lain. Namun dalam satu dua minggu ke depan perbaikan data dan pelaporan ini selesai sehingga indikator kematian akan masuk kembali dalam asesmen PPKM.

Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk membuat pusat-pusat isolasi ibu hamil karena ini sangat penting dan sudah berjalan di Batu (Malang). Proses prioritas vaksinasi untuk ibu hamil dan penyediaan fasilitas rumah sakit untuk ibu hamil yang terkonfirmasi positif untuk menekan angka kematian pada ibu hamil.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 16, 2021, 11:23 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.