PermataBank Hadirkan Pembiayaan UMKM Senilai Rp100 Miliar

PermataBank Hadirkan Pembiayaan UMKM Senilai Rp100 Miliar

PermataBank menggandeng PT Indomobil Prima Energi (Mobil Indostation Mikrosite) di bawah naungan Indomobil Grup memberikan pembiayaan modal usaha untuk pembukaan gerai franchise Indostation yang mencakup Bahan Bakar Minyak (BBM) dan suku cadang motor.

Kerja sama sebesar Rp100 Miliar merupakan salah satu upaya PermataBank dalam memberikan kemudahan dan solusi terintegrasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mendapatkan pembiayaan franchise di berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama ini merupakan kolaborasi tahap awal dari kedua belah pihak yang menjadi pembuka jalan bagi kelanjutan program berikutnya.

Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram mengatakan, kerja sama strategis yang dilakukan PermataBank dan Mobil Indostation Mikrosite merupakan wujud nyata kami dalam mendukung tidak hanya pemberdayaan UMKM di Indonesia tetapi juga upaya Pemerintah dalam pemerataan energi nasional.

Baca juga: Pebisnis Muda Dorong Pertumbuhan Kewirausahaan Waralaba

Melalui kemudahan pembiayaan yang ditawarkan oleh PermataBank, diharapkan dapat meningkatkan minat pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pemerataan distribusi BBM ke daerah yang belum terjangkau oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Konvensional.

“Hal ini tentu saja dapat memberikan keuntungan dari segi bisnis serta dapat mewujudkan program Pemerataan Energi Nasional lebih cepat,” kata Djumariah dalam keterangan pers yang diterima Duitologi.

Dalam mewujudkan Program Pemerataan Energi Nasional, Pemerintah terus memperluas akses penyediaan energi seluruh wilayah Indonesia, salah satunya dengan menyediakan lembaga penyalur BBM atau SPBU. Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) hingga bulan Juni 2020, baru terbangun 7.251 lembaga penyalur dan 192 terminal BBM di Indonesia.

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021 Tumbuh 7,07 Persen

Jumlah tersebut masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena dengan jumlah penyalur tersebut penyebaran atau distribusi BBM baru bisa mencapai rasio 265,15 km persegi per penyalur.

“Oleh karena itu dengan adanya kerja sama antara PermataBank dan Indostation ini, melalui program PermataSME akan menstimulasi UMKM kategori SPBU berskala kecil dan tidak hanya terkonsentrasi di kota besar saja,” ujar Djumariah.

Sementara itu, Direktur PT Indomobil Prima Energi (Mobil Indostation Mikrosite) Willianto Husada mengatakan, sinergi yang dilakukan Indostation dan PermataBank dapat diterima dengan positif di masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha di daerah yang belum terjangkau oleh SPBU Konvensional.

Baca juga: Generasi Muda Muslim Indonesia Siap Adopsi Layanan Perbankan Syariah

Didukung dengan pembiayaan yang mudah dan terintegrasi dari PermataBank serta beragam fasilitas seperti konstruksi, instalasi listrik, dan perizinan yang disediakan oleh Mobil Indostation Mikrosite diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk memiliki investasi station SPBU mini dengan harga terjangkau, kualitas yang lebih terukur, dan terpercaya.

“Lebih luas lagi, station SPBU mini meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal melalui penggunaan teknologi pada aktivitas sehari-hari yang memberikan nilai tambah tersendiri bagi Mobil Indostation Mikrosite,” ucapnya.

PT Indomobil Prima Energi mulai menggarap SPBU Mobil Indostation sejak akhir 2018. SPBU Indostation ini menyasar daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh SPBU komersil. Saat ini SPBU Mobil Indostation sudah tersebar sebanyak lebih dari 1.200 titik di sekitar wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Jawa Tengah.

Baca juga: Tiga Peran Investor Ritel dalam Pasar Keuangan Indonesia

SPBU Indostation memiliki satu tangki penyimpanan berkapasitas 3.500 liter BBM. Dalam satu hari, setiap SPBU Mobil Indostation bisa menjual lebih dari 100 liter BBM. Jenis BBM yang dijual adalah Ron 92 dengan merk Mobil 92R.

Pelaku usaha yang mendapatkan Pembiayaan Modal Usaha franchise Mobil Indostation Mikrosite nantinya berhak mendapatkan beberapa keuntungan antara lain tenor hingga empat tahun, grace period maksimal enam bulan, limit sampai dengan Rp250 Juta, dan pembayaran kewajiban kepada Bank dari pembagian hasil dan kapasitas nasabah.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 9, 2021, 8:06 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.