BSI Optimalkan Pengelolaan ZISWAF yang Reliable dan Transparan

BSI Optimalkan Pengelolaan ZISWAF yang Reliable dan Transparan

Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) bisa menjadi salah satu solusi yang ditawarkan keuangan untuk menghadapi krisis seperti di masa pandemi Covid-19. Sayangnya, ZISWAF di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, potensi ZISWAF di Indonesia sangat besar. Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), per 2020 lalu, total dana ZISWAF yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari jumlah per 2019 yang ada di posisi Rp10,6 triliun.

Bahkan pada tahun ini, jumlahnya diestimasi bisa naik hingga Rp19,77 triliun. Meski dana yang dikumpulkan terus meningkat setiap tahun, tetapi jumlah ZISWAF yang terakumulasi itu belum seberapa dibanding potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.

Baca juga: Laba Bersih BSI Naik 34,29 Persen Dipicu Pertumbuhan Pembiayaan dan DPK

Potensi besar dari ZISWAF itu diakui oleh Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi. Diperkirakan potensi ZISWAF di Indonesia lebih dari Rp300 triliun. Apabila dikelola dengan baik, maka bisa menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan, baik dari sisi menyalurkan beasiswa pendidikan, membangun community development, CSR, dan lainnya.

“Potensi yang luar biasa besar ini harus bisa digarap. Sebagai bagian dari ekosistem zakat, BSI memainkan peran penting dalam pengelolaan ZISWAF yang reliable dan transparan. BSI akan berkolaborasi dengan Baznas untuk mengumpulkan zakat dan menyebarkannya,” ujar Hery Gunardi.

Langkah strategis yang dilakukan guna optimalisasi pengumpulan serta penyaluran (ZISWAF), salah satunya menjalin kerja sama dengan BAZNAS. Bahkan BAZNAS secara resmi menunjuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu mitra strategis dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada mustahik (penerima zakat).

Baca juga: Pembentukan Holding Ultra Mikro Percepat Pemulihan Pelaku Usaha

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan sinergi Bank Syariah Indonesia dengan BAZNAS untuk optimalkan potensi manfaat ZIS di Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pengumpulan dan penyaluran ZISWAF nasional. Melalui kerjasama dengan organisasi pengelola zakat, pemerintah, dan sejumlah asosiasi, BSI memposisikan diri sebagai mitra transaksi dan pemberdayaan masyarakat yang bisa diandalkan untuk pengumpulan ZISWAF.

Hery mengungkapkan, beberapa strategi dan program akan disusun agar target pengumpulan zakat segera tersalurkan. Selain pembentukan UPZ, BSI juga pemanfaatan platform digital BSI Mobile melalui fitur pembayaran zakat, sinergi kerja sama pembukaan counter BAZNAS di daerah, kolaborasi fitur smart donation, serta menjalankan ekosistem dan literasi zakat.

Baca juga: BSI Permudah Nasabah Tarik Tunai Tanpa Kartu

Data Per Maret 2021, ada sekitar Rp3,26 miliar dana ZISWAF yang terkumpul melalui aplikasi BSI Mobile. Jumlah sumbangan ini berasal dari 99 ribu donatur yang total transaksinya mencapai 303 ribu pada periode tersebut.

Peran penting lainnya adalah zakat harus dipopulerkan di kalangan milenial yang sudah berpenghasilan tetap, di mana ada sebagian rezeki kalangan milenial yang menjadi hak para mustahik yang wajib disalurkan. Dengan adanya BSI Mobile harapannya masyarakat lebih mudah menunaikan ZIS dimanapun dan kapanpun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 2, 2021, 9:01 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.