6 Tips Berkarier di Industri E-Commerce dari Samuel Ray

6 Tips Berkarier di Industri E-Commerce dari Samuel Ray

Industri e-commerce di Indonesia semakin memperlihatkan ketangguhannya seiring dengan penetrasi internet yang semakin kuat serta perkembangan arus teknologi dan informasi digital yang semakin canggih. Riset dari Google, Temasek dan Bain & Company pada 2020, menyebutkan industri e-commerce adalah penggerak utama ekonomi digital di Indonesia.

Tampaknya, fasilitas menarik dan unik seperti kantor modern lingkungan kerja yang penuh dengan talenta muda dan kreatif, program pengembangan karier menjadi beberapa faktor penarik generasi muda untuk berbondong-bondong melamar ke perusahaan e-commerce.

Profesional Human Resources (HR) yang juga Senior Manager, Employer Branding di Lazada Indonesia, Samuel Ray membagikan enam tips berkarier di industri e-commerce. Berikut enam tips dari Samuel Ray.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Manfaat Surat Paklaring Kerja

1. Pahami Kualifikasi dari Posisi yang Dilamar

Coba refleksikan diri dan cari tahu keahlian apa yang harus ditingkatkan demi bisa mendapatkan posisi yang Anda inginkan. Meski butuh waktu dan usaha, tetaplah bersemangat dan terus tingkatkan kemampuanmu. Percayalah, waktu dan usahamu ini akan menjadi investasi karier yang tidak akan Anda sesali.

2. Susun Resume atau Curriculum Vitae Sebaik Mungkin

Curriculum Vitae (CV) menjadi kesan pertama dari setiap pelamar. Tim HR di perusahaan ternama biasanya menerima ratusan bahkan ribuan CV setiap bulannya. Mereka tentu tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang. Susun CV dengan singkat, jelas dan bisa menjelaskan seluruh pengalamanmu. Sebaiknya gunakan layout yang sederhana sehingga CV-mu mudah di-skim atau dibaca cepat oleh tim HR.

3. Persiapkan Diri Sebaik-Baiknya untuk Wawancara

Saat mendapat undangan untuk wawancara, cari tahu mengenai perusahaan e-commerce yang dituju, termasuk informasi atau berita terkini tentang perusahaan tersebut. Dengan demikian bisa lebih siap bila ada pertanyaan terkait. Selain itu, pelajari juga soal industrinya karena pengetahuan ini bisa menjadi nilai tambah.

Baca juga: Tips Terhindar Pencurian Data Pribadi Secara Online

Anda juga bisa mencari tahu tentang profil orang yang akan mewawancarai Anda. Pengetahuan tentang pewawancara bisa Anda gunakan, misalnya untuk mempersiapkan pertanyaan yang relevan dengan latar belakang pewawancara, atau sekedar untuk melempar bahan pembicaraan demi mencairkan suasana. Nampaknya sepele, tapi percayalah, tips ini biasanya berhasil menarik perhatian si pewawancara.


4. Bersikap Jujur dan Tetap Menjadi Diri Sendiri

Saat wawancara, Anda bisa menampilkan diri sebagai orang yang percaya diri, mau belajar dan siap menjadi bagian dari tim di perusahaan tersebut. Namun, tetaplah menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, bersikap sewajarnya dan tetap menjadi diri sendiri.

Pewawancara atau rekruter sesungguhnya akan lebih menghargai calon karyawan yang jujur akan kekuatan dan kelemahan dirinya sebagai tanda pengenalan akan diri. Siapa tahu dengan memahami kekuatan dan kelemahanmu, Anda justru bisa ditawarkan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuanmu.

5. Pertimbangkan Penawaran Gaji dengan Bijak

Saat Anda telah berhasil melewati rangkaian wawancara dan mendapatkan penawaran gaji, pertimbangkan dengan matang. Jumlah gaji yang akan Anda dapatkan setiap bulannya memang penting, namun jangan lupa, ada faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan juga.

Baca juga: Tips Seimbang Mengelola Pekerjaan dan Mendampingi Anak Sekolah

Penawaran terkait asuransi atau fasilitas kesehatan, program pengembangan karier di perusahaan, dan kesempatan belajar langsung dari ahlinya termasuk hal-hal yang bisa Anda jadikan bahan pertimbangan. Bisa jadi saat ini Anda mungkin belum mendapatkan gaji yang diinginkan saat ini, tapi dengan kesempatan belajar yang tersedia di perusahaan, nantinya karier bisa melesat dengan cepat.

6. Manfaatkan Program dan Fasilitas Kantor untuk Pengembangan Diri

Bila kantor baru punya program pelatihan, segera manfaatkan dan ikuti sebanyak mungkin program pengembangan diri yang ada. Kalau kemampuan Anda berkembang, tentu tidak hanya timmu yang mendapatkan keuntungan, tapi ini menjadi bekal pertumbuhan kariermu nanti. Bahkan di saat Anda sudah berpindah kantor nantinya.

Baca juga: Timur Angin Berbagi Tips Fotografi Human Interest

Menurut Samuel, berkarier dimanapun, baik di perusahaan e-commerce, perusahaan unicorn, perusahaan rintisan (startup), atau bahkan perusahaan blue chips sekalipun, pasti akan banyak cerita seru yang bisa jadikan pembelajaran untuk pertumbuhan kariermu.

“Apalagi kalau ini adalah pekerjaan pertamamu. Jadi selalu buka pikiranmu untuk bisa melihat manfaat jangka panjang dan jangan hanya mengharapkan keuntungan di depan mata saja,” katanya dalam keterangan resminya.  


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 2, 2021, 9:05 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.