RUPSLB BRI Setujui Right Issue 28,67 Miliar Lembar Saham Baru

RUPSLB BRI Setujui Right Issue 28,67 Miliar Lembar Saham Baru

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring, BRI telah mendapat persetujuan aksi korporasi right issue yang akan dilakukan BRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Dikutip dari ringkasan RUPSLB BRI, setidaknya 104,22 miliar suara atau 95,98 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah dan hadir dalam e-RUPS telah menyetujui rencana perseroan menerbitkan saham baru dalam rangka PMHMETD untuk jumlah sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham dengan nilai nominal Rp50 per lembar saham.

Adapun penetapan harga pelaksanaan akan disampaikan kemudian, karena masih ada serangkaian proses yang harus dijalankan seperti proses registrasi ke OJK Pasar Modal. Dalam penetapan pricing harga pelaksanaan rights issue, BRI melihat sejumlah faktor seperti kondisi makro dan industri, fluktuasi harga saham perseroan, dan masukan pemegang saham.

Baca juga: Pegadaian Siap Dorong Integrasi Ekosistem Ultra Mikro UMKM

Dana hasil dari aksi korporasi ini akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan Holding Ultra Mikro yang dilakukan melalui penyertaan saham BRI dalam Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng Pemerintah. Selebihnya akan digunakan sebagai modal kerja BRI dalam rangka pengembangan ekosistem Ultra Mikro, serta bisnis Mikro dan Kecil.

Aksi korporasi ini nantinya akan berdampak kepada laporan keuangan konsolidasian BRI pada tanggal 31 Maret 2021, diantaranya total aset BRI meningkat dari Rp1.411 triliun menjadi Rp1.515 triliun, total liabilitas BRI meningkat dari Rp1.216 triliun menjadi Rp1.289 triliun, dan laba bersih BRI meningkat dari Rp7 triliun menjadi Rp8 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, segmen ultra mikro telah diidentifikasi sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pembentukan ekosistem Ultra Mikro. Ekosistem ini akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para pengusaha segmen ultra mikro sehingga memungkinkan mekanisme naik kelas ke nasabah mikro lebih tertata dengan baik.

Baca juga: BRI Dorong Kontribusi Usaha Mikro dalam Perekonomian Nasional

Sunarso menambahkan bahwa Holding Ultra Mikro ini tidak saja memberikan manfaat bagi BRI, Pegadaian dan PNM. Namun, Holding Ultra Mikro ini juga bagi pelaku usaha Ultra Mikro dan perekonomian nasional.

“PNM akan berperan di fase Empowerment. Pinjaman kelompok yang disalurkan PNM selain bernilai sebagai pembiayaan, juga berfungsi dalam pemberian asistensi dan peningkatan kapabilitas. Kemudian, di fase Integration, BRI dan Pegadaian dapat membantu pelaku usaha di segmen tersebut dengan berbagai produk gadai maupun KUR,” jelasnya dalam konferensi pers RUPSLB BRI.

“Selanjutnya, pada tahap terakhir adalah pada fase Upgrade, Holding Ultra Mikro memungkinkan pelaku usaha Ultra Mikro naik kelas menjadi nasabah Mikro BRI yang berbasis komersial. Proses dimaksud akan terjadi dalam satu ekosistem sehingga lebih efektif dan efisien,” tambah Sunarso.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 27, 2021, 8:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.