Kantongi Rp7,5 Trliun, SBR010 Terjual Habis Sebelum Masa Penawaran Berakhir

Kantongi Rp7,5 Trliun, SBR010 Terjual Habis Sebelum Masa Penawaran Berakhir

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) telah melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Obligasi Negara Ritel seri SBR010 dengan total volume pemesanan pembelian SBR010 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp7,5 triliun.

Dana hasil penjualan SBR010 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2021, termasuk untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Penerbitan SBR010 tersebut memecahkan rekor penerbitan SBN ritel non-tradable dari jumlah investor maupun dari nominalnya, baik dibandingkan dengan instrumen yang telah ditawarkan sebelumnya secara online maupun secara offline sebelum penggunaan sistem e-SBN di tahun 2018.

Baca juga: Jenis-Jenis Investasi yang Populer Saat ini

SBR010 merupakan SBR pertama yang diterbitkan di masa pandemi ini dimana seri ini terakhir diterbitkan pada bulan Februari 2020. Walaupun diterbitkan dengan kupon terendah sepanjang penerbitan SBN ritel sejak tahun 2006, animo masyarakat untuk membeli SBR010 sangat besar.

Hal ini terbukti dengan target maksimal penerbitan SBR010 yang telah terpenuhi di dua hari sebelum penutupan masa penawaran SBR010. Terdapat 23.337 investor yang berinvestasi SBR010, di mana 9.068 (38,9 persen dari jumlah total investor) merupakan investor baru. Investor yang membeli SBR010 ini tersebar dari seluruh wilayah provinsi di Indonesia.

Pada penerbitan SBR010 kali ini, terdapat 1.316 Investor yang melakukan pemesanan dengan nominal Rp1 juta. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penerbitan SBR sebelumnya di tahun 2020 dimana terdapat 886 investor yang melakukan pemesanan di Rp1 juta.

Baca juga: Reksa Dana Pasar Uang Sebagai Alternatif Menyimpan Dana Darurat

Dari total jumlah investor SBR010 yang membeli di nominal Rp1 juta, hampir seluruhnya merupakan generasi milenial (81 persen) dan didominasi oleh investor baru (65,6 persen). Hal ini mencerminkan terus meningkatnya kesadaran generasi muda untuk berinvestasi dan SBR010 menjadi instrumen yang tepat untuk mulai belajar berinvestasi.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, menyampaikan bahwa peningkatan kesadaran dan budaya berinvestasi masyarakat Indonesia, dalam jangka panjang, dapat turut mewujudkan kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan.

Adapun ringkasan hasil pemesanan SBR010 adalah berdasarkan jumlah investor, Generasi Milenial mendominasi investor SBR010 dengan porsi sebesar 46,1 persen, namun secara nominal masih didominasi oleh generasi Baby Boomers (40,4 persen).

Baca juga: Apa Saja Jenis dan Kelebihan Investasi Obligasi?

Berdasarkan profesi, jumlah investor SBR010 didominasi Pegawai Swasta yaitu sebesar 40,2 persen. Namun secara nominal, investor yang berprofesi sebagai Wiraswasta masih mendominasi pemesanan SBR010 (35,7 persen).

Berdasarkan gender, jumlah investor SBR010 didominasi investor perempuan (58,3 persen). Apabila ditilik berdasarkan profesi investor, ibu rumah tangga menduduki peringkat tiga besar investor SBR010. Posisi ibu rumah tangga ini konsisten di penerbitan SBR terakhir.

Sejak penerapan Single Investor Identification (SID) terdapat 14.269 investor yang membeli SUN Ritel lebih dari satu kali (repeating investors), atau sebanyak 61,1 persen dari total jumlah investor SBR010, dengan nominal pemesanan sebesar Rp5,29 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 investor bahkan tidak pernah absen membeli SUN Ritel.

Pada penerbitan SBR010 kali ini Mitra Distribusi (Midis) bank masih mendominasi penjualan SBR010, baik dari nominal maupun jumlah investor. Untuk kelompok non-bank, baik nominal penjualan dan jumlah investor terbesar dicapai oleh Perusahaan Fintech APERD.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 23, 2021, 10:40 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.