Bahana TCW dan Bank DBS Hadirkan Bahana US Opportunity Sharia Equity USD

Bahana TCW dan Bank DBS Hadirkan Bahana US Opportunity Sharia Equity USD

PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), anak usaha dari Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan (Indonesia Financial Group) atau IFG bersama Bank DBS Indonesia, menggandeng Franklin Templeton Ltd, meluncurkan Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD. 

Produk ini merupakan produk reksa dana syariah pertama dan satu-satunya d Indonesia dengan fokus pada pasar saham Amerika Serikat yang saat ini terkonsentrasi pada sektor teknologi dan kesehatan. Produk ini juga dikelola aktif sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan, sosial (social), dan tata kelola perusahaan (good corporate governance) atau ESG yang baik. 

Produk ini dapat dibeli melalui  aplikasi digibank by DBS yang menawarkan fleksibilitas dan keleluasaan dalam mengembangkan portofolio investasi, mulai dari kemudahan registrasi Single Investor Identity (SID), pembelian, penjualan, hingga switching secara online sehingga nasabah dalam menangkap peluang dan mengoptimalisasi investasinya dari mana pun dan kapan pun.

Baca juga: Potensi dan Minat Reksa Dana Syariah Cukup Besar di Indonesia

Investor dapat melakukan transaksi pada produk terbaru Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD ini melalui seluruh kanal Bank DBS Indonesia sebagai mitra yang ditunjuk menjadi agen penjual efek reksa dana ini, termasuk kanal Digibank Reksa Dana yang baru diluncurkan awal Juli lalu.

Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini menjelaskan, Bahana TCW melihat tingginya minat investor Indonesia untuk membeli asset berefek saham teknologi dan kesehatan global. Untuk itu, kami membuka akses tersebut bagi para investor dengan bekerja sama dengan Franklin Templeton, salah satu perusahaan investasi global terbaik.

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, menerangkan, Bank DBS Indonesia senantiasa memperkaya pilihan produk investasi karena mengerti kebutuhan finansial nasabah dan kondisi market terkini.

Baca juga: DBS Treasures Hadirkan Investasi Online dengan digibank Reksa Dana

“Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Bahana TCW menghadirkan Reksa Dana Syariah Bahana US Opportunity Sharia Equity USD yang memiliki strategi investasi yang atraktif,” katanya dalam dalam konferensi pers peluncuran Bahana US Opportunity Sharia Equity USD, Rabu (21/7/2021).

Pada kesempatan itu, Regional Head for Southeast Asia (ex-Malaysia) Franklin Templeton Dora Seow mengatakan, Kerja sama kami dengan Bahana TCW untuk meluncurkan produk Reksa Dana yang berfokus pada strategi pertumbuhan positif pasar Amerika Serikat serta mengacu pada prinsip ESG.

Strategi ini secara jangka menengah dan panjang diyakini akan mengungguli indeks benchmark Russell 3000 sehingga dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi yang bagus bagi investor Bank DBS Indonesia.

“Kesempatan ini memberikan pondasi bagi kami untuk memberikan peluang yang lebih kompetiti bagi pasar di Indonesia dan kami berkomitmen untuk terus memperluas layanan dan produk bagi pasar Indonesia,” ucapnya.

Baca juga: Dana Kelolaan Reksa Dana Bahana Syariah Tumbuh 61,5 Persen

 Selama Covid-19 merebak secara global, minat investasi di perusahaan  teknologi global, terutama perusahaan raksasa teknologi seperti Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Google (FAANG) meningkat pesat. Hal ini dilandasi oleh solidnya bisnis perusahaan digital dibandingkan perusahaan non digital selama pandemi Covid-19. 

Franklin Templeton telah memiliki pengalaman dalam mengelola asset investasi sejak tahun 1990, dengan beragam produk investasi, seperti reksa dana saham, reksa dana obligasi, reksa dana dengan aset offshore, dan ETF. 

Adapun, produk reksa dana yang menjadi kerja sama antara Bahana TCW dan Franklin Templeton ini dipercaya memiliki imbal hasil yang lebih kompetitif karena efek yang diperdagangkan berada di pasar saham Amerika Serikat.

Baca juga: 6 Pilihan Investasi Syariah yang Aman dan Menguntungkan

Perdagangan saham di Amerika Serikat seperti New York Stock Exchange dan Nasdaq mencatatkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan pasar saham negara maju lainnya, seperti  Eropa, Jepang, maupun negara berkembang secara historis. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 22, 2021, 11:45 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.