Perumahan Mewah di Jakarta Alami Kenaikan Suplai dan Penurunan Harga

Perumahan Mewah di Jakarta Alami Kenaikan Suplai dan Penurunan Harga

Di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa Bali yang berlaku pada 3-20 Juli 2021, fenomena penjualan rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat sedang menjadi topik pembahasan sebagian kalangan masyarakat.

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), kenaikan jumlah suplai di area Menteng dan Pondok Indah sudah terjadi sejak kuartal III 2020 dan kuartal IV 2020. Memasuki tahun 2021 masih terjadi kenaikan suplai namun tingkat kenaikannya tidak setinggi pada semester kedua 2020.

Country Manager Rumah.com Marine Novita memaparkan, penurunan harga hunian di kedua daerah tersebut muncul seiring dengan kenaikan suplai pada kuartal III 2020. Tingkat penurunan harga sempat berkurang, bahkan bertahan di kuartal IV 2020.

Baca juga: Sepi Penyewa, Pemilik Apartemen Mewah Mulai Jual Aset

“Namun kembali turun pada kuartal I 2021 berlanjut dengan tingkat penurunan yang berakselerasi pada kuartal II 2021 di kawasan Menteng. Untuk daerah Pondok Indah harga secara kuartalan tetap bertahan pada kuartal II 2021,” kata Marine dalam keterangan resmi yang diterima Duitologi.

Marine menyimpulkan, semakin banyak pemilik rumah memang ingin menjual rumah di kedua daerah tersebut sejak kuartal III 2020 namun sampai sekarang banyak yang belum terjual. Sehingga harga rumah pun terus mengalami penurunan mulai dari kuartal III 2021 hingga sekarang ini.

“Namun tingkat penurunan yang terjadi jika dilihat dari data sebetulnya bukanlah penurunan harga yang relatif drastis, bahkan jika dibandingkan dengan kawasan lain di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan,” ucap Marine.

Baca juga: Setahun Pandemi, Pencari Hunian Mulai Melirik Luar Jabodetabek

Jika dibandingkan dengan kenaikan dan penurunan indeks harga pada kuartal I menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2021, wilayah-wilayah di DKI Jakarta mengalami penurunan secara merata di kisaran 0,44 persen per kuartal.

Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 1,52 persen (quarter-to-quarter) pada kuartal pertama 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun sebesar 1,19 persen (quarter-to-quarter). Artinya, penurunan harga di area Menteng dan Pondok Indah masih lebih rendah dibanding tingkat penurunan secara umum di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Baca juga: BI Terbitkan Ketentuan Pelonggaran LTV, FTV, dan Uang Muka

Marine menambahkan, penurunan harga perumahan mewah memang telah terjadi, namun kemungkinan besar para pemilik masih mampu menahan sehingga tidak akan mengobral begitu saja. Namun tren penurunan harga di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan memang terjadi secara luas, baik di segmen rumah tapak maupun apartemen.

“Kedua wilayah ini memiliki harga per meter persegi yang tertinggi di antara wilayah Jakarta lainnya. Penurunan harga di kedua wilayah ini masih terbilang wajar karena permintaan untuk harga di kisaran ini memang sedang rendah,” ungkap Marine.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 12, 2021, 8:28 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.