Kuartal I 2021, Pencarian Properti di Jakarta Meningkat 26 persen

Kuartal I 2021, Pencarian Properti di Jakarta Meningkat 26 persen

Indeks pencarian properti di Rumah.com terus mengalami kenaikan termasuk di wilayah DKI Jakarta. Pencarian properti di Rumah.com pada kuartal pertama 2021 naik sebesar 26 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat sebesar 183 persen.

Kenaikan indeks pencarian properti ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, di mana kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah pada kuartal sebelumnya yaitu pada akhir tahun, masyarakat lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan.

Sementara itu, pencarian properti di kawasan Jabodetabek masih didominasi pencarian rumah tapak yakni sebesar 90 persen dari total pencarian properti di Rumah.com, dengan lokasi pencarian yang paling populer adalah Jakarta Selatan (24 persen).

Baca juga: Perumahan Mewah di Jakarta Alami Kenaikan Suplai dan Penurunan Harga

Jika diakumulasikan, mayoritas pencarian (56 persen) berasal dari DKI Jakarta. Kisaran harga yang paling diminati berasal dari kisaran Rp300 Juta hingga Rp750 Juta (27 persen), sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp1 miliar (56 persen).

Bagi mereka yang mencari properti untuk berinvestasi, peluang tersebut sebenarnya lebih terlihat di daerah tengah kota dengan kisaran harga yang masih terjangkau misalnya Cempaka Putih, Jakarta Pusat dimana pergerakan suplai dan harganya lebih dinamis serta lebih mudah diamati. Selain itu harga per meternya masih lebih terjangkau, hampir sepertiga dari wilayah Menteng.

Begitu juga dengan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang punya peluang berkembang karena adanya transportasi umum MRT. Kedua daerah ini mengalami penurunan di kuartal-kuartal tertentu sehingga membuka peluang masuk berinvestasi namun jika dilihat dalam horizon dua tahun masih mengalami peningkatan harga.

Baca juga: Sepi Penyewa, Pemilik Apartemen Mewah Mulai Jual Aset

Untuk dijadikan pertimbangan bahwa ukuran kavling di kedua area pembahasan tersebut cukup besar, sehingga mungkin perlu terobosan untuk membaginya menjadi ukuran unit yang lebih kecil sesuai selera dan kebiasaan masa kini.

Ukuran unit yang lebih kecil, atau bahkan menjadi hunian vertikal, dapat memecah kebuntuan kondisi lahan hunian di tengah kota karena dapat membuatnya properti di tengah kota menjadi lebih terjangkau, lebih likuid, serta meningkatkan tingkat okupansi jika disewakan.

Baca juga: BI Terbitkan Ketentuan Pelonggaran LTV, FTV, dan Uang Muka

Berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2021 menunjukkan penurunan indeks harga dan kenaikan indeks suplai properti. Namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil. Hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 adalah masih tingginya pencarian properti pada kuartal pertama 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Pemerintah juga masih memberikan berbagai stimulus bagi sektor properti seperti perpanjangan pemberian insentif PPN Properti hingga akhir tahun 2021, pembelian properti pertama tanpa uang muka, serta tren suku bunga yang terus turun. Bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat terbaik untuk membeli properti,” pungkas Country Manager Rumah.com Marine Novita.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 12, 2021, 8:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.