Dukung PPKM Darurat, BI Sesuaikan Maksimal Penarikan Tunai di ATM

Dukung PPKM Darurat, BI Sesuaikan Maksimal Penarikan Tunai di ATM

Bank Indonesia menetapkan penyesuaian sementara batas maksimal nilai nominal dana untuk penarikan tunai melalui mesin ATM yang menggunakan teknologi chip, berlaku sejak tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan 30 September 2021.

Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna menekan laju Covid-19. Adapun beberapa poin penyesuaian batas penarikan tunai tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menaikkan batas maksimal nilai nominal dana untuk penarikan tunai melalui mesin ATM dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta tiap rekening dalam satu hari untuk kartu ATM yang menggunakan teknologi chip.

Baca juga: Kemnaker Pastikan Pekerja WHF 100 Persen Tetap Dapat Upah

2. Mempertahankan batas paling banyak (maksimal) nilai nominal dana untuk penarikan melalui mesin ATM sebesar 10 juta tiap rekening dalam satu hari untuk kartu ATM yang menggunakan teknologi magnetic stipe.

3. Instrumen yang menjadi objek kebijakan hanya terbatas pada kartu ATM yang menggunakan teknologi chip, tidak termasuk penarikan tunai menggunakan kartu ATM yang menggunakan teknologi magnetic stripe dan kartu kredit.

4. Penyesuaian batas paling banyak (maksimal) nilai nominal dana untuk penarikan tunai melalui mesin ATM berlaku sejak 12 Juli 2021 sampai 30 September 2021.

Dengan adanya penyesuaian semenetara batas maksinal penarikan ATM, Bank Indonesia telah menghimbau bank untuk mempublikasikan kepada masyarakat daftar lokasi ATM yang dapat melakukan penarikan tunai dengan limit baru.

Baca juga: Berikut Aturan Baru PPKM Darurat Sesuai Revisi Inmendagri

Selanjutnya, guna menjaga dan menjalankan keberlangsungan pelaksanaan tugas dan layanan publik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat, BI terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait termasuk asosiasi industri dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen, pencegahan, dan mitigasi implikasi penyebaran Covid-19.

BI mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memberlakukan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Serta menggunakan pembayaran non-tunai atau QR Code Indonesian Standard (QRIS).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 12, 2021, 10:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.