5 Rekomendasi Bisnis Online di Masa PPKM Darurat

5 Rekomendasi Bisnis Online di Masa PPKM Darurat

Sejak pandemi Covid-19 melanda hingga penerapan PPKM Darurat Jawa Bali mulai 3-20 Juli 2021, membuat banyak orang berusaha mencari peghasilan tambahan dengan manjalankan bisnis online. Telebih bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bisnis online menjadi alternatif pilihannya. Selain minim modal, bisnis online juga cukup fleksibel dari sisi waktu karena bisa dilakukan dari rumah. Masa PPKM Darurat yang semakin ketat bisa menjadi momen tepat untuk memulai bisnis online tersebut.

Banyak pilihan bisnis online yang bisa dilakukan. Namun, butuh kejelian dalam melihat peluang bisnis online. Berikut ini beberapa bisnis online yang bisa menjadi rekomendasi sebagai tambahan penghasilan selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Baca juga: Tantangan Bisnis Online Dibalik Akselerasi Digital

1. Reseller atau Dropshipper

Dalam bisnis online ada istilah dropshipper dan reseller. Keduanya punya prinsip kerja yang berbeda yang terlihat dari sistem penyediaan barang. Untuk menjadi reseller, Anda harus memiliki modal terlebih dahulu untuk stok barang yang akan dijual.

Sedangkan dropshipper adalah orang yang bertindak layaknya agen dengan menjual barang tanpa perlu membeli terlebih dahulu barang yang dijualnya. Jadi, seorang dropshipper tidak harus memiliki stok barang dan hanya menawarkan barang yang akan dijual. Ketika ada pembeli, maka si penjual atau pemilik barang yang akan mengurus transaksi dan pengirimannya.

Bagaimana cara kerjanya? Jika Anda sebagai dropshipper menjual barang milik si penjual A dan ada pembeli lewat Anda, maka Anda akan meneruskan kepada si penjual A. begitu penjual A menerima pesanan, maka dia akan menyiapkan dan mengirimkan pesanan pembeli Anda dengan menggunakan nama Anda.

Di mana untungnya? Nah, soal keuntungan diambil dari harga jual produk yang Anda tawarkan secara online. Tentunya dengan tambahan ongkos kirim juga. Memang untung yang didapat relati sedikit, tetapi cara bisnis online ini relatif aman karena tanpa modal, tidak perlu stok barang, dan tidak direpotkan dengan pengiriman serta pengemasan barang.

2. Jasa Titip atau Jastip

Dalam bisnis online juga ada cara lain, yaitu jasti atau jasa titip. Biasanya jastip ini ramai di platform media sosial Instagram. Sebetulnya agak mirip-mirip dengan dropshipper, tapi bisa dikatakan Anda sedikitnya harus punya modal.

Baca juga: Ini 7 Tips Mudah Memulai Bisnis Online

Caranya, Anda bisa datang ke tempat belanja terus memfoto barang-barang yang sedang promo atau diskon besar-besaran. Kemudian upload ke medsos seperti Instagram Anda. Jangan lupa tambahkan hastag yang terkait dengan barang-barang yang Anda tawarkan.

3. Penulis Lepas

Menjadi penulis lepas juga bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Terlebih saat ini sudah serba digital. Banyak platform digital yang membutuhkan tulisan untuk review atau promosi produk.

Dalam kondisi PPKM Darurat, tentu perusahaan yang menjual barang dan jasa akan semakin memperketat anggaran. Sedangkan kebutuhan untuk review atau promosi produk tetap harus berjalan. Nah, salah satu pilihan mereka adalah menggunakan jasa penulis lepas.

4. Jasa Translate

Hampir serupa dengan penulis lepas, jasa translate juga bisa jadi pilihan bisnis online, terlebih jika Anda memiliki kemampuan Bahasa asing yang mumpuni. Bisnis jasa translate sangat dibutuhkan terutama perusahaan-perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia.

Perusahaan asing akan sangat membutuhkan jasa translate Bahasa untuk berbagai keperluan seperti menterjemahkan dokumen-dokumen ke dalam Bahasa Indonesia atau sebaliknya. Jadi, sayang kalau keahlian bahasa Anda “dianggurin”, lebih baik dimanfaatkan jadi bisnis jasa translate yang bisa menghasilkan uang.

Baca juga: Tiga Tantangan UMKM dan Marketplace di Masa Pandemi

5. Jasa Tutor Online

Bisnis online lainnya adalah jasa tutor online. Masa PPKM Darurat ini membuat orang menjadi sangat terbatas untuk bertatap muka. Nah, kemampuan mengajar, ilmu pengetahuan, dan skill mengajar Anda bisa menjadi modal untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Terlebih saat ini, banyak orang sudah sangat terbiasa dengan belajar daring dengan menggunakan berbagai platform. Teknis pelaksanaan tutor bisa menggunakan aplikasi conference call seperti Zoom, Microsoft Teams atau Google Meet.

Nah, dari lima rekomendasi bisnis online di masa PPKM Darurat di atas, mana yang membuat Anda tertarik? Terpenting adalah Anda harus menjaga pelayanan bisnis yang memuaskan konsumen. Jangan lupa pula inovatif dan kreatif dalam berbisnis online.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 6, 2021, 8:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.