Menteri Kesehatan Tetapkan Daftar Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19

Menteri Kesehatan Tetapkan Daftar Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19

Guna mencegah permainan harga obat-obatan Covid-19, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatur harga obat di pasaran agar tidak merugikan masyarakat. Langkah itu diambil melihat meningkatnya kebutuhan obat-obatan yang dipakai  dalam terapi Covid-19.

Menkes Budi menetapkan harga eceran tertinggi untuk 11 jenis obat terapi Covid-19 melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Harga eceran tertinggi ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek, Instalasi farmasi, RS, klinik dan Faskes yang berlaku di seluruh Indonesia,” kata Budi pada konferensi pers secara virtual pada Sabtu (3/7/2021).

Baca juga: Ini Aturan Lengkap PPKM Darurat Jawa Bali

Harga Eceran Obat Covid-19

Ada 11 obat yang ditetapkan harga eceran tertinggi sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, antara lain:

1. Favipiravir 2OO mg (Tablet) Rp.22.500 per tablet

2. Remdesivir IOO mg (Injeksi) Rp.510.000 per vial

3. Oseltamivir 75 mg (Kapsul) Rp.26.000 per kapsul

4. lntravenous Immunoglobulin 5% 50 ml (lnfus) Rp.3.262.300 per vial

5. lntravenous Immunoglobulin 10% 25 ml (Infus) Rp.3.965.000 per vial

6. lntravenous Immunoglobulin l07o 5O ml (Infus) Rp.6.174.900 per vial

7. Ivermectin 12 mg (Tablet) Rp.7.500 per tablet

8. Tocilizrrmab 4O0 mg/20 ml (Infus) Rp.5.710.600 per vial

9. Tocilizumab 8o mg/4 ml (Infus) Rp.1.162.200 per vial

10. Azithromycin 50O mg (Tablet) Rp.1.700 per tablet

11. Azithromycin 50O mg (Infus) Rp.95.400 per vial

Menkes Budi menegaskan, 11 obat yang sering digunakan dalam masa pandemi Covid-19 ini sudah atur harga eceran tertingginya. “Saya tegaskan di sini, saya sangat tegaskan di sini kami harap aturan harga obat itu agar dipatuhi,” tegas Budi.

Baca juga: Seberapa Penting Vaksinasi dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia?

Tindak Tegas

Masalah harga obat akan ditindak dengan jelas karena ini masalah kemanusiaan. Harga-harga obat harus dibuat wajar dan harus mengacu pada peraturan menteri yang dibuat oleh Menteri Kesehatan.

“Kita harus tindak tegas orang-orang yang bermain-main dengan angka ini (harga obat). Kita betul-betul jangan main-main karena ini menyangkut masalah kesehatan,” tegas Menko Kemaritiman dan Inverstasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Polri dan Kejaksaan Agung juga telah berkoordinasi dalam penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menjual obat di atas harga eceran tertinggi. Bahkan Kapolri sudah mengarahkan kepada jajarannya untuk disusun pasal-pasal yang sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan.

“Apabila terjadi hal-hal yang diperkirakan menjual obat dengan harga yang lebih mahal, sengaja menimbun obat sampai menimbulkan keselamatan masyarakat jadi terganggu akan kita lakukan penegakkan hukum dan pihak kejaksaan menyatakan siap untuk mendukung apapun langkah yang dilaksanakan oleh Polri,” ucap Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 5, 2021, 8:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.