Jangan Salah! Peringatan Hari Bank Indonesia Berbeda dengan HUT Bank Indonesia

Jangan Salah! Peringatan Hari Bank Indonesia Berbeda dengan HUT Bank Indonesia

Hari ini 5 Juli diperingati sebagai Hari Bank Indonesia. Tidak sedikit orang yang mengartikan sebagai hari lahirnya Bank Indonesia (BI). Padahal berbeda, HUT Bank Indonesia diperingati setiap 1 Juli. Sementara peringatan Hari Bank Indonesia lebih merujuk pada lahirnya Bank Negara Indonesia (BNI).

BNI dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia merupakan bank pertama yang didikan oleh Pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 2 1946 pada 5 Juli 1946.

Sedangkan Bank Indonesia disahkan pemerintah sebagai bank sentral melalui Undang-Undang No.11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922. Sejak 1 Juli 1953 Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.​

Baca juga: Sejarah Rupiah dari Kelahiran Bank Indonesia Sampai Era Jokowi

Sejarah BNI

Berbicara mengenai sejarah Bank Negara Indonesia tidak bisa dilepaskan dari masa penjajahan. Setelah Jepang takluk terhadap sekutu pada 1945, pemerintah mengambil langkah untuk mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, Belanda dan sekutu tiba di Indonesia. Semua aset Jepang kembali dikuasai oleh Belanda, termasuk Nanpo Kaihatsu Ginko (bank masa Jepang) yang kemudian diubah menjadi De Javasche Bank (DJB).

Lantaran, DJB sudah kembali kuasai oleh Belanda kembali, maka Pemerintah Indonesia membentuk bank sentral sendiri. Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 2 1946 pada 5 Juli 1946 memutuskan untuk membentuk bank sendiri dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI).

Beberapa bulan setelah berdiri, BNI langsung mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Alat pembayaran itu dikenal dengan nama Oeang Republik Indonesia atau ORI pada 30 Oktober 1946.

Maka hingga kini, 30 Oktober diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional dan 5 Juli sebagai Hari Bank Indonesia. Sementara hari lahir Bank Indonesia sebagai bank sentral di Indonesia peringati setiap 1 Juli.

Perubahan Fungsi BNI

Sebelum terbentuknya Bank Indonesia (BI), Bank Negara Indonesia (BNI) adalah bank sentra negara. Namun setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Indonesia Belanda memutuskan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada 27 Desember 1949.

Keputusan KMB juga memutuskan bahwa De Javasche Bank akan menjadi bank sentral bagi negara Indonesia. Kondisi itu membuat pemerintah membatasi peran Bank Negara Indonesia sebagai bank sentral atau bank sirkulasi.

Baca juga: Ini Sejarah Lahirnya Hari Bank Dunia

Pemerintah menetapkan Bank Negara Indonesia sebagai bank pembangunan dan kemudian diberi hal untuk bertindak sebagai bank devisa dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah.

Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946, dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara. Peran BNI sebagai bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1992, tanggal 29 April 1992 telah dilakukan penyesuaian bentuk hukum BNI menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero). Penyesuaian bentuk hukum menjadi Persero, dinyatakan dalam Akta No. 131, tanggal 31 Juli 1992, dibuat di hadapan Muhani Salim, S.H., yang telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992 Tambahan No. 1A.

Bank Indonesia sebagai Bank Sentral

Setelah keputusan Konferensi Meja Bundar mengembalikan De Javasche Bank kepada Indonesia sebagai bank sentral, pada tahun 1951, muncul desakan kuat untuk mendirikan bank sentral sebagai wujud kedaulatan ekonomi Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan untuk membentuk Panitia Nasionalisasi DJB. Proses nasionalisasi dilakukan melalui pembelian saham DJB oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan besaran mencapai 97 persen.​

Baca juga: BI: Ada 4 Hal Penting untuk Mendukung Ekonomi Halal di Indonesia

Pemerintah RI pada tanggal 1 Juli 1953 menerbitkan Undang-Undang No.11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia, yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922. Sejak 1 Juli 1953 Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.​

Undang-Undang No.11 Tahun 1953 merupakan ketentuan pertama yang mengatur BI sebagai bank sentral. Tugas BI tidak hanya sebagai bank sirkulasi, melainkan sebagai bank komersial melalui pemberian kredit.

Pada masa ini, terdapat Dewan Moneter (DM) yang bertugas menetapkan kebijakan moneter. DM diketuai Menteri Keuangan dengan anggota Gubernur BI dan Menteri Perdagangan. Selanjutnya, BI bertugas menyelenggarakan kebijakan moneter yang telah ditetapkan oleh DM.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 5, 2021, 10:56 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.