OJK Siapkan Pusdafil untuk Perkuat Sistem Pengawasan Fintech Lending

OJK Siapkan Pusdafil untuk Perkuat Sistem Pengawasan Fintech Lending

Fintech lending ilegal atau rentenir online menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah habis diberantas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama aparat penegak hukum dan kementerian lembaga yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap fintech lending ilegal.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (IKNB OJK) Riswinandi mengatakan, sejak 2018 Satgas Waspada Investasi telah berhasil memblokir 3.193 fintech lending illegal. Sebagian besar pinjol yang diblokir itu memanfaatkan data pribadi nasabah untuk keperluan penagihan dengan mengintimidasi.

Selain itu, agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal, OJK tengah melakukan upgrading sistem pengawasan, salah satunya dengan membangun Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sistem informasi.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Blokir 3.193 Pinjol Ilegal

Apa saja manfaat Pusdafil dan kebijakan OJK dalam fintech lending saat ini? Pengawasan fintech lending dapat dilakukan melalui sistem informasi yang terintegrasi. Transaksi seluruh fintech lending dapat dimonitor dan diawasi secara langsung oleh OJK, antara lain terkait limit pinjaman, tingkat keberhasilan 90 hari (TKB 90), dan wilayah penyaluran pinjaman.

“Hingga saat ini, lebih dari 80 perusahaan fintech lending telah terkoneksi ke Pusdafil dan proses integrasi masih berjalan terus,” kata Riswinandi dalam keterangan resmi OJK yang diterima Duitologi.

OJK juga mengambil beberapa kebijakan dalam fintech lending, yaitu melakukan moratorium pendaftaran fintech lending untuk memastikan agar fintech yang telah terdaftar memiliki reputasi yang baik dan didukung dengan pengelolaan yang profesional.

Baca juga: Laporan Keuangan 2020, OJK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

Kemudian, melakukan review sekaligus pembaharuan pada POJK 77/2016 mengenai fintech lending. Beberapa hal disesuaikan dengan perkembangan industri fintech lending baik dari ketentuan permodalan, governance, manajemen risiko, dan perizinan serta kelembagaan.

Otoritas Jasa Keuangan juga akan meningkatkan edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai fintech lending yang terdaftar dan berizin dari OJK. Pasalnya, dari 3.193 pinjol (pinjaman online) illegal telah diblokir oleh Satgas Waspada Investasi, sebagian besar pinjol itu memanfaatkan data pribadi nasabah untuk keperluan penagihan dengan mengintimidasi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 28, 2021, 8:14 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.