Peran Indonesia Dibalik Lahirnya Hari UMKM Internasional

Peran Indonesia Dibalik Lahirnya Hari UMKM Internasional

Hari UMKM Internasional diperingati setiap tanggal 27 Juni. Hari UMKM Internasional ini awalnya digagas oleh International Council for Small Business (ICSB). Perjuangan ICSB sebagai organisasi dunia yang fokus pada pemberdayaan Usaha MIkro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sejak 1995.

Penetapan Hari UMKM Internasional melalui Resolusi PBB tahun 2017 Majelis Umum PBB dalam Pleno ke-74 yang diadakan pada tanggal 6 April 2017. Keputusan Majelis Umum PBB tersebut didasarkan atas proposal ICSB Global yang dimotori oleh tujuh negara, termasuk Indonesia.

Pada saat itu, Indonesia diwakilkan oleh A.A.G.N. Puspayoga selaku Menteri Koperasi dan UKM Indonesia melakukan Round-Table Meeting di Markas PBB, New York, Amerika serikat pada 16 Juni 2016.

Baca juga: Sejarah Lahirnya Hari UMKM Nasional

Indonesia untuk pertama kalinya menggelar acara puncak peringatan Hari UMKM Internasional pada 27 Juni 2018. Hari UMKM Internasional merupakan salah satu perjuangan ICSB sebagai organisasi dunia yang fokus kepada UKM sejak 63 tahun yang lalu diawali di George Washington University.

Tujuan dari penetapan Hari UMKM Internasional untuk menunjukkan dukungan global terhadap kontribusi sektor usaha kecil dan menengah. Selain itu, mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan dalam mempromosikan inovasi, kreativitas dan kerja berkelanjutan untuk semua.

UMKM Indonesia

Di Indonesia, UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia. UMKM sudah terbukti menjadi sektor yang paling kuat dalam menghadapi masalah ekonomi. Contohnya, saat terjadi krisis ekonomi 1998, di mana UMKM masih dapat beraktivitas, bahkan ekspornya tumbuh sekitar 30 persen.

Pertumbuhan UMKM juga terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan berbagai lembaga jasa keuangan mulai melirik sektor ini dengan banyak memfasilitasi pembiayaan modal kerja dan berbagai kemudahan pengembangan produk.

Berdasarkan informasi Kementerian Koperasi dan UKM per Mei 2021, berbagai terobosan telah dilakukan untuk mendukung digitalisasi UMKM dan mencapai target realisasi penyaluran usaha UMKM.

Beberapa di antaranya pengembangan platform per trade area, mengoptimalkan peran agregator dan reseller, perluasan pasar serta peningkatan SDM, bantuan dana untuk UMKM dengan payung PEN melalui program BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro), subsidi KUR Super Mikro serta Modal koperasi lewat LPDB.

Baca juga: 4 Tips Memanfaatkan Digital Marketing untuk UMKM

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembiayaan perbankan syariah kepada UMKM tumbuh positif pada Januari 2021, di mana di tengah kondisi pandemi ini otomatis mengubah perilaku masyarakat menjadi go digital sehingga terjadi peningkatan penjualan online via marketplace.

UMKM dapat memanfaatkan berbagai potensi Indonesia dalam ekonomi digital, dimana 74 persen dari UMKM belum memiliki akses pada produk atau layanan keuangan formal untuk membiayai usahanya.

Semua potensi tersebut juga didukung dengan semakin berkembangnya ekonomi digital di Indonesia yang diprediksi akan naik hingga mencapai USD124 miliar pada tahun 2025 dengan pertumbuhan e-commerce mencapai 54 persen pada tahun 2020.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 26, 2021, 9:41 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.