Mengenal Produk Exchange-Traded Fund, Apa itu?

Mengenal Produk Exchange-Traded Fund, Apa itu?

Harus diakui, masih banyak masyarakat yang belum memahami produk investasi yang diperdagangkan oleh bursa efek. Salah satunya adalah Exchange-Traded Fund atau ETF yang terus diperkenalkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk pilihan investasi reksa dana.

Exchange-Traded Fund atau ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek.

ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli. Produk ETF yang memiliki sifat efisien, transparan dan fleksibel, merupakan salah satu alternatif produk investasi yang cocok bagi segala kalangan.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Reksa Dana Sebelum Mulai Investasi

Investor ritel pemula dapat berinvestasi pada ETF karena sifatnya yang mirip reksa dana sehingga dapat digunakan sebagai jembatan sebelum masuk ke produk investasi yang lebih kompleks seperti saham. Sedangkan investor institusi maupun investor yang bukan pemula juga menikmati keunggulan dari aspek transparansi maupun efisiensi.

Perbedaan ETF dan Reksa Dana

Ada perbedaan yang cukup mendasar antara Exchange-Traded Fund (EFT) dan reksa dana. Berikut ini beberapa perbedaan Exchange-Traded Fund (EFT) dan reksa dana.


Dealer Partisipan adalah Anggota Bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan penjualan atau pembelian Unit Penyertaan ETF. Saat ini di Indonesia ada 6 (enam) Dealer Partisipan yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, Indopremier Sekuritas dan Panin Sekuritas.

Keuntungan ETF

Apa keuntungan dari Exchange-Traded Fund atau ETF? Ada beberapa keunggulan investasi pada ETF dibandingkan dengan alternatif investasi lainnya. Pertama, mudah dan fleksibel, di mana ETF bisa dieli dan dijual kapanpun selama jam perdagangan seperti layaknya saham.

Kedua, rendah biaya dan risiko. Manajemen fee relative lebih rendah dibandingkan reksa dana. Biaya transaksi ETF di pasar sekunder sesuai dengan komisi broker dan risiko rendah karena likuiditasnya terjamin.

Baca juga: 5 Cara Mudah Investasi Saham untuk Pemula

Ketiga, cakupan EFT yang luas. Dengan memiliki 1 EFT bisa disamakan dengan memiliki puluhan saham-saham unggulan dan EFT yang ditawarkan juga variatif. Keempat adalah transparan, di mana informasi mengenai EFT dan saham-sahamnya dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Untuk bisa menjadi investor, per 23 Desember 2020 terdapat terdapat 47 ETF yang tercatat di Bursa EFek Indonesia (BEI). Pengawasan EFT dilakukan oleh tiga pihak, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa EFek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Mengenai aturan main Transaksi Exchange-Traded Fund atau ETF di Indonesia juga telah diatur, salah satunya Peraturan OJK (POJK) Nomor 49/ POJK.04/2015 Tahun 2015 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan Di Bursa Efek.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 9, 2021, 8:57 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.