Aplikasi M-Pajak: Lebih Personal, Mudah, dan Cepat

Aplikasi M-Pajak: Lebih Personal, Mudah, dan Cepat

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan aplikasi M-Pajak sebagai versi mobile situs web pajak.go.id. Dengan M-Pajak, setiap wajib pajak akan mendapatkan layanan yang lebih personal, mudah, dan cepat. Aplikasi ini sudah dapat diunduh melalui Play Store dan memiliki banyak keunggulan.

Aplikasi M-Pajak ini akan memudahkan wajib pajak dalam membuat kode billing. Kode ini adalah kode yang harus dibuat sebelum membayar pajak. Petunjuk pengisian dan pembuatan kode billing juga tersedia untuk wajib pajak di sudut kanan atas aplikasi dengan menekan tombol tanda tanya.

Selain itu, M-Pajak membantu wajib pajak menemukan informasi kantor pelayanan pajak terdekat dari posisi GPS ponsel melalui peta yang terintegrasikan dalam aplikasi ini. Wajib pajak juga akan mendapatkan informasi pajak terutama peraturan perpajakan terbaru.

Baca juga: Kenali 7 Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Dalam versi saat ini, menu peraturan menampilkan nomor, judul, dan status peraturan. Wajib pajak dapat mencari peraturan perpajakan berdasarkan judul. Aplikasi M-Pajak pun menyediakan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) elektronik yang bisa diakses pada menu “Profile Saya”. Di menu itu wajib pajak dapat melihat detail profilnya.

“Untuk mengingatkan wajib pajak soal batas waktu penyetoran dan pelaporan pajak terkini, M-Pajak menyediakan “Tenggat Pajak” di halaman muka aplikasi,” dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), (7/6/2021).

Cara Menggunakan M-Pajak

Untuk menggunakan aplikasi M-Pajak wajib pajak harus login terlebih dahulu dengan mengisi NPWP dan kata sandi seperti saat mengakses log masuk (login) di situs web pajak.go.id. Aplikasi akan mengirim kode verifikasi ke surel (email) wajib pajak yang terdaftar dalam sistem DJP. Wajib pajak diminta untuk mengisi kode verifikasi, setelah itu baru bisa mengakses M-Pajak.

Baca juga: Dirjen Pajak: Ada 3 Dampak Besar Covid-19 bagi Perekonomian

Aplikasi M-Pajak menjadi salah satu program digitalisasi layanan yang dikembangkan oleh DJP. Seperti diketahui, sejak 2019, DJP memperkenalkan inisiatif Click Call Counter atau 3C yang membagi jenis layanan DJP kepada wajib pajak.

Konsep “Click” pada 3C mengarahkan wajib pajak untuk menggunakan layanan secara daring melalui situs web pajak.go.id. Jika layanan tersebut tidak tersedia, wajib pajak akan diarahkan ke layanan "Call" melalui Kring Pajak 1500200.

Terakhir, melalui "Counter" wajib pajak dapat menemukan layanan atau bantuan langsung dari petugas pajak di kantor pelayanan pajak. Model layanan 3C ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja di kantor pelayanan pajak dan meminimalisasi interaksi langsung antara petugas pajak dan wajib pajak.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 8, 2021, 8:35 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.