Inflasi Indeks Harga Konsumen Mei 2021 Tetap Rendah

Inflasi Indeks Harga Konsumen Mei 2021 Tetap Rendah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2021 tercatat sebesar 0,32 persen month to month (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,13 persen (mtm). 

Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi di semua kelompok yaitu inti, volatile food, dan administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK Mei 2021 tercatat 1,68 persen year on year (yoy), meningkat dari inflasi bulan lalu sebesar 1,42 persen (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia (BI) tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0 persen ± 1 persen.

Baca juga: Indeks Keyakinan Konsumen pada April 2021 Masuk ke Zona Optimis

Kelompok inti pada Mei 2021 mencatat inflasi 0,24 persen (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,14 persen (mtm). Peningkatan inflasi inti tersebut didorong oleh tekanan inflasi komoditas emas perhiasan seiring kenaikan harga emas global dan peningkatan permintaan musiman selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Secara tahunan, inflasi inti tercatat sebesar 1,37 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi April 2021 sebesar 1,18 persen (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus 0,74 Persen pada Kuartal I 2021

Kelompok volatile food mengalami inflasi 0,39 persen (mtm) pada Mei 2021, meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,15 persen (mtm). Peningkatan tersebut didorong oleh inflasi komoditas daging ayam ras, ikan segar, dan minyak goreng sejalan dengan peningkatan permintaan selama HBKN dan kenaikan harga Crude Palm Oil global.

Tekanan inflasi kelompok volatile food yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi komoditas hortikultura seiring masa panen yang masih berlangsung. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food sebesar 3,66 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,73 persen (yoy).

Baca juga: Bank Indonesia Tahan BI 7-Day Reverse Repo Rate 3,50 Persen

Kelompok administered prices pada Mei 2021 mencatat inflasi sebesar 0,48 persen (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,11 persen (mtm). Perkembangan tersebut didorong oleh peningkatan tarif berbagai angkutan khususnya angkutan udara, angkutan antarkota, dan kereta api seiring hari raya Idulfitri 1442 H.

“Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,93 persen year on year, lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,12 persen year on year,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran resmi Bank Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
June 7, 2021, 9:08 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.