LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan Menjadi 4 Persen

LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan Menjadi 4 Persen

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan kebijakan untuk menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan LPS bagi Bank Umum dan BPR masing masing sebesar 25 bps.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan arah suku bunga pasar yang menurun, kondisi makro ekonomi dan SSK yang terkendali, serta prospek likuiditas perbankan yang stabil dan cenderung tetap longgar.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Tingkat Bunga Penjaminan ditetapkan turun, dengan mempertimbangkan adanya penurunan suku bunga simpanan yang cukup signifikan ditopang kondisi likuiditas perbankan yang longgar.

Baca juga: Bank Indonesia Tahan BI 7-Day Reverse Repo Rate 3,50 Persen

“Faktor pertimbangan lain dari keputusan ini adalah dinamika risiko pasar keuangan global yang relatif terkendali dampaknya, serta dalam masih perlunya upaya kebijakan untuk mendorong penurunan suku bunga kredit,” katanya dalam konferensi pers bersama dengan insan media dihelat secara virtual pada Jumat (28/05/2021).

Selain itu, menurutnya, dalam kondisi pemulihan ekonomi yang masih pada tahap awal seperti saat ini, dipandang perlu tetap dijaga momentumnya dengan memberikan stimulus salah satunya adalah melalui penurunan biaya dana bagi perbankan.

Dengan demikian, Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku untuk Rupiah pada Bank Umum menjadi sebesar 4 persen dan untuk Valas pada Bank Umum sebesar 0,50 persen. Sementara, Tingkat Bunga Penjaminan untuk Rupiah pada BPR sebesar 6,5 persen. Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku mulai tanggal 29 Mei 2021 hingga 29 September 2021.

Indikator Tingkat Bunga Penjaminan 

Beberapa indikator lain yang menjadi pertimbangan dalam penetapan kebijakan ini antara lain level pertumbuhan DPK yang masih tinggi dan stabilitas sistem keuangan domestik yang tetap terkendali meski terdapat beberapa risiko eksternal yang perlu dicermati lebih jauh.

Lembaga Penjamin Simpanan akan terus berupaya mendukung proses pemulihan ekonomi nasional dan terciptanya stabilitas sistem keuangan melalui instrumen kebijakan di bidang penjaminan dan resolusi bank yang efektif. LPS bersama otoritas sektor keuangan lainnya akan terus memperkuat sinergi kebajikan yang dapat memastikan ketahanan sektor keuangan tetap stabil.

Purbaya mengimbau kepada pihak bank untuk menginformasikan kepada para nasabah penyimpan mengenai kebijakan tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku. Nasabah juga diminta untuk memperhatikan imbal hasil yang diterima agar tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku tersebut, agar simpanan tersebut tetap dapat memenuhi kriteria penjaminan LPS.

Baca juga: Empat Strategi Pemerintah Menjaga Pertumbuhan Pemulihan Ekonomi 2021

Terkait penurunan tingkat bunga penjaminan, Purbaya menjelaskan, sebenarnya kebijakan ini secara bertahap telah dilaksanakan sebelumnya, dengan pertimbangan kondisi global dan domestik yang perlahan mulai pulih dan bergerak ke arah yang positif.

Menurutnya, sistem perekonomian masih membutuhkan dukungan bunga yang lebih rendah dari segi cost perbankan dan LPS menurunkan kembali ke level yang lebih rendah. Dalam melakukan penyesuaian tingkat bunga penjaminan, LPS menggunakan metodologi yang cukup advance.

“Metodologi itu meliputi berbagai analisa, statistik dan lain sebagainya, dan kita melihat tingkat likuiditas perbankan yang peluangnya menurut kami cukup terbuka untuk menurunkan suku bunga,” jelasnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 31, 2021, 8:19 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.