Gelar IPO, Archi Indonesia Lepas Saham 20 Persen

Gelar IPO, Archi Indonesia Lepas Saham 20 Persen

Perusahaan tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (Archi) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 4.967.500.000 lembar saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp10 per saham.

Saham yang dilepas secara terbuka itu mewakili sebanyak-banyaknya 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham. Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pengembangan dan mengakselerasi rencana pertumbuhan Perseroan, sekaligus juga untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan.

Baca juga: Archi Luncurkan Emas Merah Putih Edisi Khusus Lebaran

“Dengan mencatatkan saham perusahaan kami di BEI, Archi bermaksud untuk mempercepat rencana pertumbuhan kinerja perusahaan, dan lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan adanya pengawasan secara langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum,” katanya dalam Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Archi Indonesia Tbk, Senin (31/5/2021).

Pada kesempatan yang sama, Chief Financial Officer Archi Adam Jaya Putra memaparkan, sekitar 90 persen  dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh Perseroan dan/atau entitas anak, untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta Entitas Anak untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja.

Kapasitas Produksi

Perusahaan yang beroperasi sejak 2011 ini memiliki lokasi tambang di Provinsi Sulawesi Utara dengan total produksi 1,9 juta ons atau setara dengan 58 ton emas hingga 2020. Selain itu, perseroan juga memiliki cadangan emas sebanyak 3,9 juta ons atau setara dengan 121 ton per akhir Desember 2020.

Dengan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak tahun 2011, Archi telah berhasil memproduksi lebih dari 200 kilo ons atau setara dengan 6.2 ton emas per tahunnya sejak tahun 2016, dan mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons atau setara dengan 8,4 ton emas.

Baca juga: April 2021, Tren Harga Emas Antam Relatif Stabil

Hingga akhir tahun 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang emas sekitar 10 persen dari total keseluruhan area konsesinya yang memiliki luas sekitar 40.000 hektar, karena itu Archi masih memiliki potensi penambahan Cadangan Bijih emas secara signifikan.

Total Pendapatan

Terkait keuangan Perseroan, Adam mengungkapkan, pada tahun 2020, Archi mencatatkan total pendapatan sebesar US$393,3 juta dan merupakan penyumbang nilai pajak dan royalti terbesar dari sektor industri pertambangan emas di provinsi Sulawesi Utara, dimana sekitar 98 persen dari total Pendapatan Perseroan pada tahun 2020 dihasilkan dari penjualan emas.

“Selain itu, komitmen Perseroan dalam melakukan berbagai upaya efisiensi biaya juga berdampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, dimana Archi berhasil mencatatkan Laba Bersih sebesar US$123,3 juta pada tahun 2020 lalu,” ungkapnya.

Baca juga: Menghitung Untung Rugi Investasi Emas

Strategi Pengembangan

Ke depannya Archi Indonesia memiliki berbagai rencana untuk terus mengembangkan dan meningkatkan tata kelola dan operasional perusahaan. Salah satunya adalah Perseroan menargetkan untuk meningkatkan kapasitas Pabrik Pengolahan bijih emas yang dimiliki saat ini, dari 3,6 juta ton per tahun (pada akhir tahun 2020) menjadi 8 juta ton per tahun (pada akhir tahun 2025).

Dengan peningkatan kapasitas ini akan memungkinkan Archi untuk mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons (setara dengan lebih dari 14 ton) emas per tahun. “CAPEX yang disiapkan oleh Perseroan sebesar US$84 juta, tidak akan langsung tetapi digunakan secara bertahap sehingga mencapai kapasitas 8 juta ton pada 2025,” ucap Adam.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 31, 2021, 12:27 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.