Bank Indonesia Tahan BI 7-Day Reverse Repo Rate 3,50 Persen

Bank Indonesia Tahan BI 7-Day Reverse Repo Rate 3,50 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Nilai tukar Rupiah terkendali didukung langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI). Nilai tukar Rupiah pada 24 Mei 2021 menguat 0,63 persen secara point to point dan 1,42 persen secara rerata dibandingkan dengan level April 2021.

Perkembangan tersebut melanjutkan penguatan nilai tukar Rupiah pada bulan sebelumnya sebesar 0,55 persen secara point to point. Penguatan nilai tukar Rupiah didorong oleh masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat fluktuasi imbal hasil UST.

Baca juga: Empat Strategi Pemerintah Menjaga Pertumbuhan Pemulihan Ekonomi 2021

Dengan perkembangan tersebut, Rupiah sampai dengan 24 Mei 2021 mencatat depresiasi sekitar 2,12 persen (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dari sejumlah negara berkembang lain, seperti Turki, Brazil, dan Thailand.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

Inflasi dinilai BI tetap rendah sejalan pasokan yang memadai di tengah peningkatan permintaan musiman Ramadan. Pada April 2021, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,13 persen (mtm), sehingga inflasi IHK sampai dengan April 2021 tercatat 0,58 persen (ytd). Secara tahunan, inflasi IHK tetap rendah, yakni 1,42 persen (yoy), meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,37 persen (yoy).

Baca juga: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Upaya Vaksinasi

Perkembangan inflasi tersebut dipengaruhi oleh inflasi inti yang stabil di tengah permintaan domestik yang membaik, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target. Inflasi kelompok volatile food tetap terjaga dipengaruhi oleh pasokan yang memadai pada masa panen sehingga memitigasi kenaikan permintaan di pola musiman Ramadan.

Sementara itu, inflasi kelompok administered prices tetap terkendali, meskipun terdapat kenaikan harga kretek filter seiring transmisi kenaikan cukai hasil tembakau dan kenaikan inflasi bahan bakar rumah tangga.

Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah melalui Tim Pengendali Inflasi (TPI dan TPID), guna menjaga inflasi IHK sesuai kisaran targetnya, yakni 3,0 persen ±1 persen pada 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 28, 2021, 8:16 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.