BP Tapera Wujudkan Mimpi ASN Punya Rumah Sendiri

BP Tapera Wujudkan Mimpi ASN Punya Rumah Sendiri

Setiap orang pasti punya mimpi memiliki rumah sendiri. Berbagai cara dilakukan agar bisa mewujudkannya. Itu juga yang menjadi mimpi besar dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo agar seluruh masyarakat Indonesia bisa memiliki rumah sendiri.

Titik terang mulai muncul dengan adanya kolaborasi antara Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan Perum Perumnas. Kemitraan tiga lembaga itu diharapkan bisa mewujudkan mimpi Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia yang ingin punya rumah idaman.

Sebagai tahap awal, kerja sama itu menargetkan penyediaan rumah ditujukan untuk para aparatur sipil negara atau ASN. Daerah Pesawan, Lampung menjadi lokasi perdana initial project pembiayaan KPR Tapera ini. Saat ini, sudah tersedia sebanyak 233 unit rumah yang siap dibiayai oleh KPR Tapera.

Setelah itu, BP Tapera akan melanjutkan program pembiayaan perumahan ini di seluruh Indonesia. Bahkan targetnya, tahun ini BP Tapera menargetkan pembiayaan 51.000 unit rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga: Minat Beli Properti Tetap Tinggi di Masa Pandemi

“Pada proyek inisiasi ini, kami menargetkan akan ada 11.000 unit rumah yang dibiayai melalui KPR Tapera. Untuk tahap pertama, proyek inisiasi akan ditujukan bagi peserta awal BP Tapera yakni para ASN,” tutur Komisioner BP Tapera Adi Setianto dalam Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BP Tapera, Bank BTN, dan Perum Perumnas tentang Proyek Inisiasi Penyaluran Pembiayaan Tabungan Perumahan Rakyat (20/5/2021).

Tantangan Pembiayaan KPR Tapera

Namun, pelaksanaan program pembiayaan perumahan ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan stok unit rumah yang sesuai dengan kriteria yang akan dibiayai oleh KPR Tapera.

Diakui Adi, ada empat tantangan dalam penyediaan rumah. Pertama, harga rumah yang terus naik dan semakin tidak terjangkau. Kedua, akses sumber pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masih terbatas.

Ketiga, adanya keterbatasan pola dan skema pembiayaan yang masih mengandalkan pembiayaan APBN untuk pembiayaan MBR. Keempat adadalh sumber dana pembiayaan perumahan yang masih bersifat jangka pendek dan tidak berkelanjutan (sustainable).

Skema KPR Tapera

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan, para ASN yang ingin memiliki rumah bisa menggunakan pembiayaan KPR Tapera. Pembiayaan ini menawarkan tiga skema yang disesuaikan dengan kelompok penghasilan.

Untuk kelompok pertama dengan penghasilan di bawah Rp4 juta akan diberikan suku bunga KPR sebesar 5 persen fixed rate dengan tenor sampai 30 tahun. Pada kelompok kedua dengan penghasilan mulai Rp4 juta sampai Rp6 juta akan diberikan sukuk bunga KPR sebesar 6 persen fixed rate dengan tenor sampai 20 tahun.

Baca juga: Triwulan IV 2020, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas

“Kemudian, untuk kelompok penghasilan III dengan penghasilan Rp6 juta-Rp8 juta dapat mengakses KPR dengan bunga 7 persen fixed rate dengan tenor sampai dengan 20 tahun,” papar Koesmahargyo di sela Penandatanganan Nota Kesepahaman.

Syarat dan Harga Rumah

Untuk mengakses KPR Tapera, setiap masyarakat yang berminat wajib memenuhi ketentuan dan persyaratan untuk bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan Pembiayaan Tapera. Syarat tersebut antara lain peserta masuk ke dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan belum memiliki rumah. Kemudian, peserta menjadi anggota aktif Tapera dan lancer membayar simpanan selama 12 bulan.

Harga rumah yang dapat dimiliki peserta aktif Tapera melalui pambiayaan KPR Tapera ini mulai dari Rp112 juta hingga Rp292 juta. Bagi ASN yang ingin mendapatkan fasilitas pembiayaan rumah BP Tapera ini, program ini baru akan terlaksana pada 27 Mei 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 25, 2021, 7:15 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.