Tingkatkan Profesionalisme, IFG Life Resmi Menjadi Anggota AAJI

Tingkatkan Profesionalisme, IFG Life Resmi Menjadi Anggota AAJI

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) secara resmi bergabung menjadi anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Masuknya IFG Life sebagai anggota AAJI merupakan momen penting, sehingga perusahaan yang menjadi anak usaha IFG ini dapat memperoleh aspirasi guna meningkatkan profesionalisme di industri asuransi jiwa.

Direktur Utama IFG Life Andy Samuel mengatakan, dengan masuknya IFG Life menjadi anggota AAJI, diharapkan bisa ikut memelihara dan memupuk kerjasama yang saling memberikan manfaat dalam pengembangan usaha asuransi jiwa di Indonesia.

AAJI merupakan organisasi yang memiliki sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasi dan peningkatan profesionalisme para pelaku asuransi jiwa dan reasuransi di Indonesia. AAJI juga menjadi mitra pemerintah Republik Indonesia dalam hal pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha asuransi jiwa dan reasuransi yang berkontribusi pada perekenomian nasional.

Baca juga: OJK Keluarkan Izin Usaha Asuransi Jiwa IFG

Resminya IFG Life menjadi anggota AAJI juga menjadi momentum untuk memperoleh pengetahuan dalam pengembangan bisnis model perusahaan. Saat ini perusahaan telah menyiapkan model bisnis yang berorientasi kepada proteksi.

“Sebagai anggota AAJI tentunya kami akan mendapatkan masukan atas bisnis model perusahaan. Di mana, IFG Life akan kembali kepada marwah asuransi, yang memberikan perlindungan kepada pemegang polis baik asuransi jiwa maupun kesehatan,” tutur Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina D. Sistha.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon berharap keberadaan IFG Life dapat memberi warna baru di dalam industri asuransi jiwa. "Kami juga berharap kehadiran IFG Life juga dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan khususnya mengenai jiwa, kesehatan dan pengelolaan dana pensiun," ungkap Budi.

 

Pilar Bisnis IFG Life

Saat ini, IFG Life diketahui sudah mengantongi izin operasional perusahaan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No KEP-19/D.05/2021. Dengan izin itu, IFG Life siap beroperasi dengan tiga pilar bisnis.

Pertama, mengelola portfolio Jiwasraya hasil dari program restrukturisasi polis. Kedua, melaksanakan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan yang berorientasi pada proteksi. Ketiga, mengelola dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Adapun market utama yang akan digarap oleh IFG Life adalah ekosistem BUMN, mulai dari korporasi, pegawai, nasabah serta pelanggan BUMN. IFG Life juga sudah menyiapkan model bisnis berbeda dari model bisnis asuransi Jiwasraya. Misalnya untuk mendorong pelanggan, IFG Life akan masuk dengan core proposition yang sesuai kebutuhan, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan.

Baca juga: IFG Siap Cegah Korupsi di Ekosistem Asuransi dan Penjaminan

Kemudian, IFG Life memilih untuk menyiapkan penasihat keuangan yang mengerti kebutuhan pelanggan, berorientasi bukan hanya untuk kebutuhan penjualan jangka pendek. Selain itu, IFG Life juga menyiapkan Conservative and LDI-based investments, di mana, investasi ini akan lebih prudent, lebih conservative, dan disesuaikan dengan profil liabilitas atau kebutuhan perlindungan pemegang polis.

“Dengan begitu kami yakin bahwa IFG Life mempunyai bisnis model yang cukup kuat dengan captive market di BUMN yang besar. Bahkan, dengan tata kelola dan risk management yang kuat, akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis,” tambah Sistha.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 18, 2021, 10:02 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.