Bank Sampoerna Jaga Kualitas Kredit Lewat Transformasi Digital

Bank Sampoerna Jaga Kualitas Kredit Lewat Transformasi Digital

Setelah setahun pandemi Covid-19 melanda dunia, semua sektor usaha semakin menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi digital. Pemanfaatan teknologi itu utamanya dalam pemasaran barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Menghadapi hal ini, pada awal tahun 2021, Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) melakukan peningkatan kualitas core banking system yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman. Pengkinian core banking system ini diharapkan dapat mendukung peningkatan volume transaksi perbankan serta meningkatkan kualitas layanan.

Pada kuartal pertama tahun 2021 tercatat lebih dari 5,5 juta transaksi virtual account dilayani Bank Sampoerna. Angka ini meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan jumlah transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Pandemi Mendorong Percepatan Transformasi Digital

Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah mengatakan, rencana pengkinian core banking system ini merupakan bagian dari transformasi digital Bank Sampoerna dan telah lama direncanakan. Bahkan sudah direncanakan sebelum pandemi melanda Indonesia Maret tahun lalu.

“Bank Sampoerna terus bertransformasi secara digital sejak tahun 2014 akan terus memutakhirkan layanan perbankan dengan dukungan teknologi digital agar mempermudah nasabah dan kreditur dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka,” ungkap Ali.

Komitmen transformasi digital juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran seperti payment gateway, penyelenggara transfer dana, uang elektronik, dan penyelenggara fintech termasuk peer-to-peer lending, merchant aggregator serta fintech lainnya.


Kinerja Keuangan Bank Sampoerna

Masih berkontraksinya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipungkiri berdampak pada kinerja keuangan Bank Sampoerna. Secara year on year (yoy) hingga akhir Februari 2021, secara industri kredit yang diberikan perbankan kepada pihak ketiga menurun sebesar 2,1 persen.

Hingga Maret 2021 total kredit Bank Sampoerna yang disalurkan relatif tidak berubah sebesar Rp8,2 triliun. Sementara itu total asset Bank Sampoerna meningkat sebesar 21 persen menjadi Rp13,2 triliun dibandingkan periode Maret 2020. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga pada akhir Maret 2021 meningkat 21 persen hingga berjumlah Rp11,0 triliun bila dibandingkan dengan Maret 2020.

“Kami bersyukur bahwa masyarakat terus mempercayai Bank Sampoerna untuk menempatkan dananya. Kepercayaan masyarakat ini memungkinkan kami untuk meningkatkan likuiditas, yang kami pandang perlu dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi saat ini,” kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra.

Baca juga: Empat Strategi Pemerintah Menjaga Pertumbuhan Pemulihan Ekonomi 2021

Secara keseluruhan Bank Sampoerna juga membukukan kinerja yang cukup baik. Laba bersih meningkat 13 persen menjadi Rp11,1 miliar. Kinerja keuangan Bank Sampoerna pada akhir Maret 2021, rasio cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit yang telah dibuat terhadap kredit bermasalah (CKPN/NPL) mencapai 154 persen, meningkat dibandingkan rasio per 31 Maret 2020 yang adalah 117 persen.

“Demikian pula kualitas kredit terjaga sebagaimana ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang berada di level 2,6 persen, menurun dari pada tahun sebelumnya yang sebesar 4,2 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) juga berada pada level aman yaitu 19,4 persen,” tambah Henky.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 18, 2021, 10:53 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.