BSI dan BPH Migas Dorong UMKM Berbasis Pesantren

BSI dan BPH Migas Dorong UMKM Berbasis Pesantren

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memberikan dukungan pembiayaan Pertashop pada ekosistem pesantren, sebagai wujud komitmen membangun ekonomi umat bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis pesantren.

Sebagai langkah perdana, BSI memberi pembiayaan Pertashop ke Pesantren Binaan Habib Muhammad Lutfi Bin Ali Bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah. Ke depannya, sebanyak 1.000 Pertashop yang tersebar di berbagai pesantren di sejumlah daerah yang pembiayaannya akan dikerjasamakan dengan BSI.

Dalam pemberdayaan ekonomi pesantren ini, BSI bersinergi dengan Pertamina, BPH Migas dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang didorong oleh Kementerian BUMN untuk membangun ekosistem halal di Indonesia.

Baca juga: Dukung Industri Halal, BSI Fokus Kembangkan UMKM dan Layanan Digital

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan segmen UMKM menjadi salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat. Strategi yang dilakukan adalah menumbuhkan segmen UMKM berbasis ekosistem atau komunitas dan value chain yang terintegrasi. 

Dalam hal ini, BSI berkomitmen memberikan dukungan produk dan jasa layanan perbankan bagi UMKM di lingkungan pesantren, mulai dari agen Laku Pandai, modal kerja untuk usaha, termasuk jika ingin membuka Pertashop.

“Partisipasi Bank Syariah Indonesia dalam kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kami sebagai institusi perbankan syariah untuk terus mendorong UMKM di Indonesia khususnya melalui segmen ritel, salah satunya adalah pesantren,” kata Hery dalam sambutan acara silaturahmi dan buka bersama di pesantren Habib Luthfi.

 

Hery yang juga selaku Bendahara Umum MES Melalui penyesuaian produk jasa dan layanan yang sesuai dengan ekosistem pesantren, diharapkan produk bank syariah mampu memberikan solusi bagi kebutuhan pesantren.

“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui berbagai produk dan layanan keuangan syariah, di antaranya penyaluran pembiayaan maupun produk dana yang dilengkapi dengan layanan digital sesuai prinsip syariah,” tambah Hery.

Baca juga: Empat Langkah Strategis Pengembangan Industri Halal

Dalam mendorong UMKM, BSI tidak hanya memberikan dukungan finansial, namun juga pendampingan bagi pelaku usaha melalui penyediaan Pusat Pelatihan & Pendampingan UMKM, penyelenggaraan pelatihan pemasaran produk UMKM, dan pembangunan sentra UMKM di daerah. Dengan UMKM naik kelas, diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, adanya sinergi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah khususnya Kota Pekalongan dalam memberi kemudahan akses birokrasi kepada pesantren, diharapkan menjadikan pesantren sebagai aset-aset perekonomian, bukan hanya pendidikan saja.

Terlebih dalam kondisi pandemi saat ini, diperlukan pelaku usaha UMKM berbasis pesantren yang mampu memberikan dampak langsung kepada perekonomian rakyat, khususnya di lingkungan pesantren itu sendiri.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
May 3, 2021, 11:21 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.