Cashlez Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Bersih Sentul City

Cashlez Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Bersih Sentul City

Sesuai dengan inisiatif Cashlez untuk mulai menjajaki pasar tradisional di Indonesia, Cashlez bersama PT Media Dimensi Teknologi Indonesia (Emditek) meresmikan kerja sama dengan Pasar Bersih Sentul City sebagai mitra pasar pertama.

Melalui kerja sama ini, pembeli dapat melalukan pembayaran non-tunai menggunakan kartu kredit, kartu debit, QRIS, virtual account (VA) dan Cashlez-Link di Pasar Bersih Sentul City yang terdiri dari ruko, kios, los basah, los kering serta foodcourt.

CEO Cashlez Suwandi percaya sistem pembayaran non-tunai akan terus bertumbuh dengan pesat seiring pertumbuhan digitalisasi ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, para pedagang di pasar tradisional pun sudah saatnya untuk mulai mengadaptasi pembayaran non-tunai untuk transaksi sehari-hari.

Baca juga: Dorong Transaksi Non-Tunai, Cashlez Jajaki Pasar Tradisional

Berdasarkan hasil survei dari VISA, 63 persen konsumen Indonesia mengakui membawa lebih sedikit uang tunai dan semakin jarang berbelanja dengan uang tunai, di mana jumlah ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut, 7 dari 10 menyatakan merasa tak perlu lagi membawa uang tunai. Selain itu, menurut data dari Bank Indonesia, per Februari 2021, transaksi pembayaran menggunakan kartu naik sebesar 4,93 persen (yoy) dan transaksi uang elektronik tumbuh sebesar 26,42 persen (yoy).

Direktur Utama Pasar Bersih Sentul City Hendra Harsono manyadari masyarakat kini sudah mulai terbiasa melakukan pembayaran secara non-tunai. Terlebih dalam bulan Ramadan ini dimana terdapat peningkatan kebutuhan bahan pokok yang membutuhkan berbagai macam pembayaran.

Baca juga: Indonesia Menuju New Normal, McKinsey: Ada Perubahan Pola Belanja

“Diharapkan dengan adanya transaksi non-tunai ini, akan merubah perilaku masyarakat juga untuk membeli kebutuhan harian maupun bulanan yang sebelumnya di supermarket atau hypermarket menjadi ke pasar tradisional,” ujarnya.


Sementara itu CEO Emditek Yudi Kusman mengatakan, UMKM merupakan pasar dengan potensi yang sangat besar, namun masih banyak UMKM yang belum menikmati fasilitas transaksi digital, khususnya di pasar tradisional.

Selain itu, sebagian besar pedagang di pasar-pasar tradisional belum paham dengan baik mengenai transaksi non-tunai, oleh karena itu Emditek sebagai pelaku fintech perlu memberikan pemahaman kepada mereka.

“Target 500 pedagang adalah target awal. Ke depannya penetrasi akan terus diperluas dengan menggandeng lebih banyak pedagang pasar tradisional lain, baik di dalam kota maupun di luar kota, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM Indonesia.”, tutup Suwandi.

Baca juga: Cashlez Perluas Akses Pendanaan untuk UMKM

Kampanye #UMKMBisaYuk

Sejalan dengan komitmen Cashlez untuk terus meningkatkan penggunaan non-tunai di Indonesia, Cashlez menghadirkan kampanye #UMKMBisaYuk. Melalui kampanye ini, Cashlez menghadirkan program edukasi mengenai penerapan non-tunai bagi UMKM.

“Tantangan dalam memperluas penetrasi non-tunai di Indonesia salah satunya adalah edukasi. Pada kampanye ini, kami akan memberikan pemahaman mengenai manfaat, keuntungan, serta tata cara penerapan non-tunai untuk pelaku usaha. Harapannya, akan semakin banyak UMKM yang beralih ke non-tunai sesuai dengan harapan pemerintah.” kata Suwandi.

Program ini sudah dijalankan pertama kali di Pasar Bersih Sentul City dengan memberikan edukasi kepada para pedagang selama dua minggu. Ke depannya, kampanye #UMKMBisaYuk akan terus dijalankan bersamaan dengan perluasan penetrasi pasar Cashlez di Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 28, 2021, 11:29 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.