Mau Pensiun Dini? Pertimbangkan Lima Hal Berikut

Mau Pensiun Dini? Pertimbangkan Lima Hal Berikut

Dalam dunia kerja, dikenal ada dua jenis pensiun, yakni pensiun normal dan pensiun dini. Usia pensiun seorang karyawan berbeda-beda, tergantung pada instansi atau perusahaan. Berasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, pada Pasal 15 ayat 1 menyebut untuk pertama kali usia pensiun ditetapkan 56 tahun.

Berbeda dengan pensiun normal, pensiun dini diartikan sebagai keputusan keluarnya seorang karyawan dari pekerjaan lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan oleh instansi atau perusahaan. Ada banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan pensiun dini, salah satunya terkait ekonomi. 

Baca juga: Berapa Dana Pensiun yang Dibutuhkan? Ini Simulasinya

Saat kebutuhan telah tercukupi dan terpenuhi dari aset yang dimiliki, bekerja bukan lagi jadi keharusan, melainkan sebuah opsi. Saat itulah, banyak orang layak untuk mengambil pensiun. Nah, bagaimana dengan keputusan pensiun dini? Apa yang harus dipertimbangkan?

1. Rencanakan Sejak Dini

Pensiun bisa dilakukan tanpa perlu menunggu usia lanjut. Tentukan target waktu yang ingin dicapai sebagai waktu pensiun dini. Ini penting karena rentang waktu target dan usiamu saat ini jadi horizon waktumu untuk membangun dana pensiun dini.

2. Tentukan Biaya Hidupmu di Masa Pensiun

Jika berencana untuk pensiun dini, itu artinya Anda akan menjalani masa pensiun yang cukup lama. Masa pensiun yang lebih lama tentu akan membutuhkan biaya hidup yang lebih tinggi secara akumulatif.

Nah, coba hitung berapa besaran kebutuhan Anda kelak. Cara menghitungnya dengan memproyeksikan kebutuhan hidup yang sekarang jalani ditambah beberapa faktor pengali seperti inflasi.

3. Rencanakan Aset Aktif dengan Cepat

Satu hal yang sering dilupakan, terkadang Anda hanya mengandalkan instrumen investasi tanpa membuat perhitungan dengan cermat untuk mengonversikannya menjadi aset aktif. Padahal, strategi ini penting.

Baca juga: Dampak Covid-19 Memperburuk Sistem Pensiun

Pastikan instrumen tersebut ke depannya bisa ‘menghasilkan’ untuk biaya hidup. Kalau memiliki bisnis, usaha tersebut sustainable untuk jangka panjang. Harapannya, bisnis yang dibangun bisa terus memberikan pendapatan stabil tanpa perlu campur tangan aktif Anda.

4. Pengelolaan yang Optimal

Apalah artinya membuat rencana aset aktif dengan detail, jika saat ini masih kesulitan memastikan cash flow tetap positif? Jadi, pastikan dulu. Dengan kondisi keuangan yang sehat, baru Anda bisa membuat rencana keuangan untuk pensiun dini.

5. Segera Lunasi Utang

Pensiun dini yang ideal seharusnya tidak memiliki tanggungan utang. Jadi, mulai sekarang kelola utang dengan cermat. Buat skema cicilan yang masuk akal, perhatikan angka aman dan disiplin membayar agar terhindar dari biaya yang tak perlu.

Nah, itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk pendiun dini. Setiap orang bisa saja mencapai kebebasan finansial sebelum mencapai usia tertentu, tergantung dari bagaimana sikap Anda mengelola keuangan pribadi sejak dini. Jadi, mau pensiun dini?


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 27, 2021, 6:31 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.