Gandeng Seniman, Pemerintah Sosialisasikan Kebijakan Ekonomi di Era Pandemi

Gandeng Seniman, Pemerintah Sosialisasikan Kebijakan Ekonomi di Era Pandemi

Pandemi Covid-19 memukul seniman dan pekerja seni. Bagi mereka, kehadiran pandemi ini ibarat hantaman telak berkali-kali. Selain harus menghadapi krisis kesehatan, karena virus ini mematikan, mereka juga menghadapi krisis ekonomi yang tak kalah seram. Roda ekonomi berhenti, membuat penghasilan mereka seret bahkan terhenti. 

Pasalnya, dalam situasi pandemi, pemerintah melarang setiap kegiatan yang bisa mengundang atau menghadirkan kerumunan, termasuk kegiatan seni. Padahal, kegiatan atau pentas seni selain ruang ekspresi seniman dan pekerja seni, juga tempat mencari nafkah mereka. Oleh karena itu, perlu ada program untuk memperbaiki ekosistem seni budaya dalam situasi pandemi ini. 

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) berupaya untuk membantu semua masyarakat yang terdampak pandemi, termasuk kelompok pekerja seni dan seniman untuk tetap bisa bertahan dan bangkit menghadapi pandemi, di antara dengan membuat skema dana jaring pengaman sosial dan terus menciptakan ruang-ruang untuk mereka berkarya. 

Baca juga:  Aspek Kesehatan dan Ekonomi, Kunci Kebangkitan Perekonomian Indonesia

Salah satu upaya membangun ruang untuk para seniman berkarya dilakukan KPC-PEN dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan menggelar Pertunjukan Rakyat (Pertunra) bertajuk Topeng Betawi dengan lakon Jage Keluarge, Jage Tetangge, Jage Negare.

Pertunjukan rakyat ini berlangsung di studio Lembaga Kebudayaan Betawi, Jakarta Selatan, Sabtu (24/04/2021) dan disiarkan secara langsung melalui layanan digital streaming Youtube. Gelaran Topeng Betawi ini melibatkan para seniman Betawi, bintang tamu Ajul Jiung, dan Sanggar Sinar Jaya.

Selain itu, turut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Widyastuti dan Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo DKI Jakarta Nuning Septarida. 

Baca juga: Sustainable Finance untuk Menuju Indonesia Lebih Hijau

Menurut Kepala Dinkes Pemprov DKI Jakarta Widyastuti, saat ini pemerintah pusat, khususnya di Pemprov DKI Jakarta tetap berusaha keras memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan terus melakukan penerapan protokol kesehatan 3T (testing, tracing, treatment).

“Itu dari pemerintah, kami juga terus mengampanyekan agar masyarakat tidak pernah bosan untuk melakukan 5M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujarnya 

Widyastuti juga menambahkan, pemerintah sejak awal 2021 ini terus menggalakkan proses vaksinasi massal. Untuk di Pemprov DKI Jakarta, saat ini tercatat sudah 1.7 juta warga yang sudah divaksinasi. “Kami terus akan meningkatkan angka vaksinasi di DKI Jakarta, begitu juga pastinya di daerah-daerah lainnya,” ujarnya. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 26, 2021, 10:24 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.