Sepanjang 2020, NPF Home Credit Indonesia 1,15 Persen

Sepanjang 2020, NPF Home Credit Indonesia 1,15 Persen

Sepanjang 2020, Home Credit Indonesia telah memberikan keringanan pembiayaan senilai lebih dari Rp883 miliar kepada lebih dari 136.000 pelanggan dan berhasil menjaga risiko gagal bayar atau Non-Performing Financing (NPF) pada level 1,15 persen.

Direktur Utama Home Credit Indonesia Animesh Narang mengatakan, salah satu strategi yang diterapkan pada 2020 untuk menghadapi pandemi adalah dengan fokus pada pelanggan existing untuk memitigasi risiko yang timbul akibat pandemi sekaligus membantu pelanggan yang terdampak Covid-19.

“Hal ini membuat volume pembiayaan baru yang kami salurkan berkurang setengah menjadi Rp6,3 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Animesh dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (22/4/2021).

Baca juga: Home Credit Beri Keringanan Pembiayaan Lebih dari Rp883 Miliar

Namun demikian, walaupun bisnis dan aktivitas perdagangan sempat melesu di semester pertama 2020 karena adanya regulasi pembatasan jarak sosial dan protokol kesehatan, Home Credit mulai melihat tanda-tanda pemulihan sejak kuartal III dan kuartal IV 2020.

“Jumlah pembiayaan yang kami salurkan sejak akhir Desember terus meningkat dan kami optimis permintaan pembiayaan dari konsumen juga perlahan mulai pulih untuk bisa mencapai performa seperti sebelum krisis pandemi terjadi,” tambah Animesh.


Optimisme Home Credit Indonesia dalam menyalurkan produk serta layanannya tak lepas dari kemudahan akses lewat teknologi digital yang ditawarkan melalui aplikasi digital My Home Credit. Aplikasi yang memiliki lebih dari 9,3 juta pengguna terdaftar (per 31 Maret 2021) tersebut memudahkan pelanggan dalam mengakses pembiayaan saat berbelanja.

Pertumbuhan Pelanggan

Dengan strategi yang kuat yang dapat beradaptasi dengan segala perubahan gaya hidup dan pola belanja masyarakat, Home Credit dapat meningkatkan pertumbuhan pelanggan serta secara perlahan mengembalikan performa bisnis ke level pre-Covid tanpa mengorbankan kualitas (atau profil risiko) dari portofolio pembiayaan.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Per akhir 2020, Home Credit Indonesia telah melayani lebih dari 4,7 juta pelanggan, bertambah sekitar 240 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Home Credit Indonesia juga memperkuat kepercayaan pelanggan tidak hanya melalui layanan digital, namun disertai peningkatan kualitas layanan melalui jaringan mitra toko yang mencapai 16.485 mitra di seluruh Indonesia.

Jaringan mitra toko Home Credit di Indonesia tergolong cukup kuat di mana masyarakat Indonesia cenderung masih berbelanja di toko secara langsung. Total pembiayaan paling besar masih disumbang dari pengajuan pembiayaan secara offline dengan total volume sebesar Rp 4,2 triliun.

Jika dilihat dari kontrak pembiayaan, pelanggan paling banyak mengajukan pembiayaan untuk gadget, laptop, dan smartphone (66,4 persen), barang elektronik dan TV (21,5 persen), furnitur (10,50 persen), diikuti jenis barang lain seperti aksesoris mobil, fashion, dan sebagainya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 23, 2021, 10:55 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.