Potensi Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Syariah

Potensi Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Syariah

Perempuan-perempuan Indonesia telah berkontribusi nyata dalam menggerakan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang inklusif, demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam “Srikandi Ekonomi Syariah Bersinergi Mendukung Pemulihan Ekonomi” yang dilakukan secara virtual.

Perry Warjiyo menyampaikan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Langkah-langkah sinergi dan upaya Bank Indonesia dalam mendorong perkembangan ekonomi keuangan syariah sebagaimana tertuang dalam Laporan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia yang telah diluncurkan pada 31 Maret 2021.

Sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dituangkan melalui pendekatan tiga pilar, yaitu pilar pertama, Pemberdayaan Ekonomi Syariah melalui Pengembangan Ekosistem Halal Value Chain (HVC), termasuk memperkuat dan memperluas peran perempuan dalam kontribusinya ekonomi keuangan syariah dan perekonomian nasional.

Baca juga: Peran Perempuan dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Pilar kedua, yaitu Pendalaman Pasar Keuangan Syariah baik komersial maupun sosial, dan pilar ketiga, yaitu Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi, termasuk di antaranya edukasi gaya hidup halal. Sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah telah menujukkan kinerja yang baik.

Pada tahun 2020, Indonesia mendapatkan peringkat ke-4 terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Selain itu, industri keuangan syariah Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-2 berdasarkan Islamic Finance Development Index.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani selaku Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menyampaikan, berdasarkan laporan SGIE, peranan perempuan yang menjadi wirausaha meningkatkan potensi kontribusi terhadap PDB yang sangat besar.

Baca juga: Bank Indonesia Perkuat Perlindungan Konsumen di Era Ekonomi Digital

Apabila perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam perekonomian, potensi kontribusi kepada PDB global akan bertambah sekitar 3-6 persen atau meningkat sekitar 5 triliun dolar AS. Pemerintah Indonesia akan terus mengeluarkan kebijakan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua kelompok, termasuk perempuan.  Hal ini antara lain karena kontribusi perempuan dalam perekonomian Indonesia yang semakin meningkat.

Di sektor UMKM, 53,76 persen UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97 persen karyawan adalah perempuan dan kontribusi terhadap perekonomian cukup besar yaitu 61 persen. Selain itu, perempuan juga memiliki kontribusi dalam instrumen retail di Indonesia yang diterbitkan oleh pemerintah, yaitu ORI 17 dari Rp18,43 triliun, 55,58 persen investornya adalah perempuan. 

Baca juga: Enam Perempuan Indonesia Masuk 30 Under 30 Forbes Asia 2021

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan, berbagai program sinergi pengembangan usaha syariah yang dilakukan Bank Indonesia bersama stakeholders ditempuh dengan melibatkan peran perempuan baik pelaku usaha syariah secara umum maupun para santri putri yang berada di lingkungan pesantren.

Berbagai sektor usaha dikembangkan diantaranya fesyen dengan konsep sustainable fashion seperti produk handycraft, berbagai macam tas dengan bahan alami, dan tenun yang produknya sudah go global. Selain fashion, juga dilakukan pengembangan koperasi, di mana motor penggeraknya adalah para Perempuan dengan berbagai produk olahan kelapa dengan kualitas ekspor.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 23, 2021, 11:01 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.