Muda Mapan dan Tua Sejahtera Lewat Dana Pensiun

Muda Mapan dan Tua Sejahtera Lewat Dana Pensiun

Pandemi, generasi milenial jadi belajar pentingnya investasi di masa sulit, terutama bagaimana menghadapi ketidakpastian di masa depan. Investasi dapat mulai dilakukan salah satunya melalui investasi dana pensiun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menawarkan Program Pensiun Iuran Pasti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI lewat produk BNI Simponi. “Dengan BNI Simponi, milenial bisa setor dana suka-suka. Punya uang lebih, tinggal setor. Gak punya uang, kumpulin dulu dari uang jajan, simple kok," ujar Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan (19/4/2021).

Lanjut Henry, semakin dini mengikuti program dana pensiun BNI Simponi, maka dengan iuran semakin kecil akan terkumpul dana yang lebih besar. Hal ini dikarenakan imbal hasil BNI Simponi lebih optimal dari produk lainnya.

BNI Simponi untuk Kaum Muda

Kalangan muda dapat memilih usia pensiun normal sekurang-kurangnya pada usia 40 tahun. Artinya jika kaum muda membutuhkan tambahan dana modal usaha di masa depan, maka produk BNI Simponi bisa menjadi solusinya. 

Baca juga: Perkuat Permodalan, BNI Menerbitkan Tier 2 Subordinated Notes

Karena dapat dicairkan dananya pada usia pensiun normal, yaitu usia 40 tahun atau pada usia pensiun dipercepat yaitu 10 tahun lebih cepat dari pensiun normal. Sehingga kaum milenial dapat memanfaatkan dana tersebut di masa yang sangat produktif untuk usaha atau meneruskan investasi masa depan untuk bahagia di hari tua.

Senior Pension Program Specialist BNI Alif Pasaleori menjelaskan, kaum muda yang kini memiliki usia produktif atau 20-30 tahun sudah harus menyiapkan dana pensiun. “Tidak perlu besar yang penting ada karena jika kita tahu iuran itu akan lebih kecil dibandingkan kita berpikir pensiun itu di usia 40 tahun pasti iuran akan besar," ujarnya.

 

Waktu Investasi Dana Pensiun

Senior Pension Program Specialist BNI Dian Dinarwati menyebutkan, terdapat empat hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan investasi dana pensiun. Pertama, momentum waktu. Semakin panjang periode persiapan cicilan, maka semakin kecil nominalnya.

Kedua, nominal iuran, yakni berhubungan dengan penetapan target dan kebutuhan dana yang disiapkan untuk pensiun. "Kunci utama dari iuran ini adalah disiplin karena akan berubah menjadi mindset. Apabila sudah jadi mindset, tidak akan dipakai dulu tapi dipakai untuk cover kebutuhan jangka panjang, ditempatkan ke pos investasi dana pensiun," lanjutnya.

Ketiga, bagaimana pengelolaan dana pensiun tersebut. "Dalam hal ini saya sampaikan bahwa DLPK BNI sudah established dari tahun 1994, yang artinya sudah lebih dari 25 tahun beroperasi di industri DPLK. Kita juga memiliki experienced dalam mengelola dana peserta di nasabah DPLK BNI," jelasnya.

Baca juga: Pandemi Mendorong Percepatan Transformasi Digital

Keempat, investasi dana pensiun tidak semata-mata ditargetkan untuk memperoleh imbal hasil yang tinggi. Karena jika hal ini dilakukan, saat mengejar imbal hasil tinggi, yang terjadi adalah memiliki risiko yang juga tinggi. Untuk mengetahui berapa kebutuhan dana pensiun, bisa dilakukan pengecekan di dplk.bni.co.id ada menu simulasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Paket BNI Simponi

BNI Simponi menyiapkan paket investasi sesuai dengan kebutuhan kamu, yakni terdiri dari tujuh pilihan paket investasi, termasuk paket investasi syariah.

1. Paket investasi Simponi Likuid, yaitu 100 persen deposito dan/atau pasar uang dengan imbal hasil 6,51 persen di tahun lalu.

2. Paket investasi Simponi Likuid Plus, yaitu 75 persen deposito dan/atau pasar uang, dengan 25 persen obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,03 persen di tahun lalu.

3. Paket investasi Simponi Likuid Syariah, 50 persen deposito dan/atau pasar uang, dengan 50 persen obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,18 persen di tahun lalu. 

4. Paket investasi Simponi Moderat, 50 persen deposito dan/atau pasar uang, dengan 50 persen obligasi. Adapun imbal hasil sebesar 7,54 persen di tahun lalu.

5. Paket investasi Simponi Berimbang, 50 persen deposito dan/atau pasar uang, dengan 50 persen reksa dana. Adapun imbal hasil sebesar -1,52 persen di tahun lalu. 

6. Paket investasi Simponi Berimbang Syariah, 50 persen deposito dan/atau pasar uang dan/ atau obligasi syariah dengan 50 persen reksa dana syariah. Adapun imbal hasil sebesar 3,55 persen di tahun lalu.

7. Paket investasi Simponi Progresif, 50 persen obligasi dengan 50 persen lagi reksa dana. Adapun imbal hasil sebesar 2,55 persen di tahun lalu.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 20, 2021, 11:01 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.