Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia

Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia

Tahun ini, Pasar Modal Syariah Indonesia telah masuki usia satu dekade. Pekembangan pasar modal syariah ini pada awalnya ditandai dengan peluncuran peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada 2011.

Selama 10 tahun, perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini didorong oleh semakin banyak masyarakat yang mulai mengenal dan tertarik dengan investasi syariah.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia berjalan sangat masif selama 10 tahun ini. Bukan hanya dari jumlah sahamnya saja, tetapi jumlah investor syariahnya pun ikut tumbuh.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Masuk 10 Emiten Terbesar BEI

“Pasar modal syariah telah meningkat sebesar 83,1 persen dan jumlah investor syariah bertumbuh sebesar 17.191 persen sejak diluncurkannya Shariah Online Trading System (SOTS) pada tahun yang sama,” katanya dalam sambutannya di Acara Peringatan Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia, Senin (12/4/2021).

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menyebutkan, sejak diluncurkannya pada 2011, beberapa gebrakan inovasi ke pasar di tahun tersebut diantaranya Indeks ISSI, Fatwa DSN MUI Nomor 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek, dan SOTS.

Pengembangan Pasar Modal Syariah Indonesia setiap tahunnya semakin masif, sehingga pada tahun 2019 dan 2020, BEI berhasil meraih penghargaan internasional sebagai The Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Award (GIFA).


Hasan mensyukur dalam 10 tahun tersebut, Pasar Modal Syariah Indonesia saat ini tercatat menjadi pasar modal di dunia yang memiliki proses transaksi saham secara end-to-end yang telah memenuhi prinsip syariah.

“Mulai dari mekanisme transaksi di BEI, mekanisme kliring dan penjaminan di KPEI hingga mekanisme penyimpanan dan penyelesaian transaksi di KSEI semuanya telah memiliki fatwa kesesuaian syariah dari DSN MUI” tuturnya dalam pemaparan mengenai sejarah kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia.

Selanjutnya, Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI KH. Hasanudin dalam sambutan menjelaskan, bahwa Fatwa DSN MUI Nomor 80 tahun 2011 merupakan fatwa yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia karena menjadi pedoman yang memudahkan investor dalam melakukan transaksi efek di BEI yang sesuai dengan prinsip syariah.

Baca juga: Apa itu Investasi Syariah?

“Selain itu sejak tahun 2011, DSN MUI terlibat aktif dalam meningkatkan literasi pasar modal syariah di Indonesia. Atas inisiatif BEI, DSN MUI menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS),” kata Hasanudin.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen memaparkan, selama satu dekade terakhir  hampir seluruh landasan hukum infrastruktur penerbitan dan transaksi efek syariah telah tersedia. Efek syariah berupa saham, sukuk, sukuk crowdfunding, sukuk daerah, reksa dana syariah, efek beragun aset syariah, dan dana real estate syariah telah mendapatkan landasan hukumnya.

“Kami berharap momen peringatan satu dekade kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia dengan beberapa capaian serta tantangan yang kita peroleh dan kita hadapi merupakan awal sekaligus penyemangat bagi pertumbuhan pasar modal syariah yang berkelanjutan,” ucap Hoesen.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 13, 2021, 12:36 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.