CIMB Niaga Bagikan Deviden Tunai 60 Persen Laba Bersih

CIMB Niaga Bagikan Deviden Tunai 60 Persen Laba Bersih

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyetujui penggunaan laba bersih CIMB Niaga untuk dibagikan sebagai dividen tunai setinggi-tingginya 60 persen atau sebesar Rp1.098.577.683.881 (gross) dari laba bersih CIMB Niaga (bank only) tahun buku 2020 yaitu Rp1.830.962.806.468.

Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 7 Mei 2021. Adapun sisa laba bersih tahun buku 2020 setelah dikurangi pembagian dividen tunai, dibukukan sebagai laba yang ditahan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, pada 2020 industri perbankan menghadapi tantangan yang berat akibat pandemi COVID-19. “Kami bersyukur, CIMB Niaga dapat melalui tahun 2020 dengan baik dan berhasil mempertahankan posisi sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi asset,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com.

Baca juga: AppsFlyer: Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

Selain menyetujui pembagian deviden tunail, pemegang saham juga menyepakati penunjukan Irhoan Tanudiredja dan Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers Global di Indonesia) masing-masing sebagai Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit Laporan Keuangan CIMB Niaga untuk tahun buku 2021.

Di samping itu, RUPST juga menyetujui pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan) CIMB Niaga yang telah disusun dan disampaikan kepada OJK pada 23 November 2020 sesuai Pasal 31 POJK No.14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi bagi Bank Sistemik. Adapun Rencana Aksi tersebut antara lain memuat perubahan trigger level dalam rangka kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku saat ini.

Baca juga: Tiga Tantangan UMKM dan Marketplace di Masa Pandemi

Sebagai bentuk transparansi, dalam RUPST tersebut dilaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap III Tahun 2020 sebesar Rp996.672.536.300 (net). Seluruh dana telah digunakan sesuai dengan rencana yang tertuang dalam prospektus.

Hal ini sejalan dengan strategi Perseroan dalam  mengembangkan segmen perbankan syariah. Per 31 Desember 2020, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 12, 2021, 8:43 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.