Bank DBS Indonesia dan Manulife Hadirkan Tiga Alternatif Investasi Baru

Bank DBS Indonesia dan Manulife Hadirkan Tiga Alternatif Investasi Baru

Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia meluncurkan tiga alternatif dana investasi terbaru untuk produk asuransi unit link MiTreasure Ultimate Protection [MITUP], MiTreasure Optimax Protection [MITOP], dan MiWealth Protection [MWP], yaitu Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD), Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD), dan Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD).

Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD) menempatkan dana investasinya pada obligasi pemerintah Indonesia dengan tenor pendek dan memiliki strategi pengelolaan yang mengedepankan stabilitas serta menjaga tingkat volatilitas.  

Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD) dan Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) mengalokasikan dana investasinya pada instrumen saham. MDETGD menawarkan potensi pertumbuhan dari saham-saham di sektor teknologi memanfaatkan dan menerapkan teknologi masa depan, seperti 5G, electric vehicle, artificial intelligence, cloud computing, dan internet of things.

Baca juga: Mengenal Bahaya FOMO dalam Keuangan dan Investasi

Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) memberikan peluang bagi para nasabah untuk menikmati peluang dari laju transformasi ekonomi China, dengan berinvestasi di pasar modal China, di tengah new economy China yang berpotensi diuntungkan dari tren digitalisasi, urbanisasi, peningkatan konsumsi, automasi, dan layanan kesehatan.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna mengatakan, ketiga pilihan dana investasi itu nasabah Bank DBS Indonesia dan keluarga Indonesia memiliki kesempatan untuk merencanakan serta melakukan diversifikasi aset investasinya melalui ketiga pilihan dana investasi baru yang telah tersedia pada produk asuransi Manulife Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland melihat ada kebutuhan yang kuat di antara masyarakat Indonesia akan perlindungan finansial, terutama untuk jangka panjang.

Baca juga: 5 Investasi yang Cocok untuk Anak Muda

“Bersama Bank DBS Indonesia, kami berinovasi dan menawarkan pilihan investasi baru bagi nasabah untuk memberikan ketenangan pikiran. Dengan tiga pilihan investasi baru, nasabah dan keluarga Indonesia dapat menikmati kesempatan untuk memaksimalkan perencanaan keuangan mereka,” katanya.

Saat ini, perkembangan asuransi unit link di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Oktober (ytd) 2020, pangsa pasar unit link masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020. Tercatat pangsa pasar unit link mencapai 64 persen hingga Oktober (ytd) 2020 dan pangsa pasar tersebut meningkat dari tahun 2019 sebesar 55 persen. 

Hasil survei Manulife Asia Care terbaru menunjukkan bahwa hampir tiga perempat (72 persen) responden di Indonesia ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan, sedikit lebih tinggi dari rata-rata kawasan (71 persen). Selain itu, sebanyak 88 persen responden Indonesia menyatakan, sejak Covid-19 terjadi, perencanaan masa pensiun kini dianggap semakin penting.  


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 9, 2021, 8:33 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.