AppsFlyer: Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

AppsFlyer: Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

Perusahaan mobile attribution dan analitik marketing, AppsFlyer merilis Laporan Ramadan ketiganya dengan menganalisis kinerja pemasaran aplikasi di kategori Finance, Shopping, Entertainment, Food & Drink, Social and Travel pada 2020.

Laporan Ramadan AppsFlyer ini menunjukkan aktivitas pengunduhan aplikasi yang lebih sedikit selama periode tersebut, khususnya di kategori Shopping, Travel, dan Food & Drink, sejalan dengan turunnya angka belanja iklan para para marketer.

President dan Managing Director AppsFlyer APAC Ronen Mense mengatakan, program vaksinasi yang sedang dijalankan hingga saat ini bisa mendorong pemulihan (rebound) dalam industri mobile marketing.

Baca juga: Survei NeuroSensum: 66 Persen Masyarakat Tahan Diri Lakukan Tradisi Ramadan

“Kami melihat adanya pemulihan dalam enam bulan terakhir pada tahun 2020 dengan pendapatan iklan yang sedikit demi sedikit meningkat. Kami berharap industri ini dapat kembali bangkit pada tahun 2021,” katanya dalam acara insight Ramadan tahun 2021 yang digelar virtual, Rabu (7/6/2021).

Mense mengatakan, pandemi membuat Ramadan tahun lalu dilalui secara berbeda, karena momen berkumpul bersama yang biasanya dilakukan setiap tahun menjadi terbatas. Hal itu juga membuat kegiatan mencari hadiah bagi keluarga dan teman-teman, berbagi resep, video, berkurang secara signifikan pada tahun lalu. 

Laporan tersebut menerangkan, periode Ramadan tahun 2020 di Indonesia relatif lesu yang ditunjukan dengan angka Penginstalan Non-Organik (NOI) yang mengalami perlambatan akibat pembatasan sosial yang diterapkan dan aktivitas masyarakat cenderung dibatasi.

Baca juga: AppsFlyer: Pandemi Covid-19 Mendorong Peningkatan Belanja Online

“Hal ini menjadikan para marketer harus berfokus kepada aktivitas promosi besar selama periode Ramadan yang memicu tingginya tingkat uninstall terhadap aplikasi yang dipasarkan,” ucap Senior Success Customer Manager AppsFlyer SEA Luthfi Anshari.

 

Uninstall di kategori Finance lebih tinggi dalam empat pekan menjelang Ramadan (60 persen dari total uninstall dalam periode sembilan pekan). Angka tersebut sempat mencapai minus 4 persen ketika memasuki pekan keempat sebelum Ramadan, namun mengalami penurunan lebih lanjut hingga minus 51 persen terjadi empat pekan selama periode Ramadan dan terus meningkat menjadi -25 persen setelah Ramadan.

Laporan AppsFlyer juga menunjukkan bahwa para marketer di Indonesia harus mempromosikan aplikasi mereka tepat sebelum awal dan akhir Ramadan karena pada saat itulah tingkat NOI mencapai puncaknya.

Sementara itu, minat terhadap aplikasi Shopping menurun menjelang Ramadan. Di Indonesia, peningkatan secara bertahap mulai menunjukkan perbaikan selama pekan pertama Ramadan (-46 persen), dengan kenaikan terbesar terjadi antara pekan kedua dan ketiga (mulai minus 40 persen hingga minus 15 persen).

Baca juga: Trik Meningkatkan Omzet Penjualan di Bulan Ramadan

Sementara itu, pada pekan pertama setelah Ramadan, aplikasi kategori Shopping berada di atas negatif hingga 1 persen, yang berarti para marketer aplikasi kategori Shopping dapat mengalokasikan lebih banyak anggaran belanja iklan mereka dalam dua pekan terakhir Ramadan dan setelah Idul Fitri sekaligus terus berinvestasi ke dalam remarketing untuk hasil yang positif.

Begitu juga dengan aplikasi Travel yang mencapai tingkat uninstall dengan kisaran 60 persen hingga 70 persen sebelum dan ketika Ramadan, tetapi mengalami peningkatan ke hanya sebesar 53 persen seusai Ramadan.

Dengan lebih banyak user beradaptasi terhadap kenormalan baru (new normal), tren ini kemungkinan akan pulih dan berbalik pada paruh kedua 2021 karena pelonggaran kebijakan pembatasan sosial di berbagai wilayah.

Baca juga: Mengapa di Bulan Ramadan Pengeluaran Lebih Boros? Ini Jawabannya

“Kami mengamati sejumlah tren menarik dari Ramadan 2020 yang bisa digunakan para marketer dalam merancang kampanye Ramadan 2021 mereka. Karena sesi aplikasi biasanya meningkat, sementara waktu untuk pembelian pertama lebih cepat terjadi ketika periode akhir Ramadan hingga setelah Idul Fitri. Marketer harus memanfaatkan user engagement yang meningkat ini untuk mengaktifkan ulang kampanye remarketing,” ungkapnya.

Luthfi menjelaskan, dalam hal mobile fraud, para marketer harus berinvestasi dalam solusi perlindungan, terutama untuk aplikasi Finance dan Entertainment karena mereka adalah vertikal yang yang biasanya menjadi target fraudster.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 8, 2021, 9:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.