Bank Syariah Indonesia Teken Nota Kesepahaman dengan MUI dan PBNU

Bank Syariah Indonesia Teken Nota Kesepahaman dengan MUI dan PBNU

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan MUI sepakat untuk mendukung perekonomian umat melalui nota kesepahaman tentang pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah. Nota kesepahaman ini diharapkan kesepakatan ini dapat mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah mencanangkan perolehan kemakmuran ekonomi melalui koperasi yang unggul dan UMKM naik kelas.

Sementara Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar menyatakan, Bank Syariah Indonesia siap mendukung UMKM yang ada dibawah binaan MUI. “Kami mendorong UMKM untuk naik kelas melalui berbagai produk dan layanan keuangan syariah,” katanya.

Baca juga: https://duitologi.com/articles/2021/03/29/dukung-industri-halal-bsi-fokus-kembangkan-umkm-dan-layanan-digital/

Kesiapan itu di antaranya melalui penyaluran pembiayaan maupun produk dana yang disertai dengan layanan digital sesuai prinsip syariah. Hal ini merupakan wujud nyata strategi Bank Syariah Indonesia untuk tumbuh menjadi bank syariah yang inklusif dan modern.

Dukungan BSI terhadap UMKM ditunjukkan melalui pendampingan usaha UMKM, diantaranya dengan menyediakan Pusat Pelatihan & Pendampingan  UMKM, menyelenggarakan pelatihan pemasaran produk UMKM, dan membangun sentra UMKM di daerah.

“Dengan UMKM naik kelas diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Sampai Februari 2021, penyaluran pembiayaan BSI di sektor UMKM sebesar Rp35,3 triliun,” ucap Kokok dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com.

Baca juga: Masuki Vaksinasi Tahap Dua, Usahawan Mikro Harus Siap Tancap Gas

Segmen UMKM menjadi salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat. Dalam hal ini, strategi yang dilakukan adalah menumbuhkan segmen UMKM berbasis ekosistem atau komunitas dan value chain yang terintegrasi.

Selain dengan MUI, BSI juga menyepakati nota kesepahaman dengan PBNU mengenai pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah. Pada kesempatan ini dihadiri oleh Ketua PBNU Said Aqil Siroj dan Wakil Direktur Utama 2 Bank Syariah Indonesia Abdullah Firman Wibowo.

Abdullah Firman Wibowo mengatakan, sinergi Bank Syariah Indonesia dengan PBNU bertujuan untuk memberikan pelayanan kebutuhan transaksi keuangan sesuai prinsip syariah bagi segenap pengurus dan anggota PBNU.

Baca juga: UMKM Harus Melek Digital dan Pandai Membaca Peluang di Era Pandemi

Dengan kesepakatan antara Bank Syariah Indonesia dengan PBNU diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi perbankan syariah dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa berbasis industri halal.

Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk mengembangkan industri halal, Bank Syariah Indonesia siap melayani seluruh segmen baik UMKM, retail, serta wholesale. Hal tersebut ditunjukkan melalui melaksanakan mandat Pemerintah terkait segmen mikro terpilih, mengembangkan ekosistem Islami (haji umroh, ZISWAF), serta mendorong inovasi produk wholesale dengan akad syariah.

“Di tengah kondisi pandemi Covid-19, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang stabil. Namun demikian, tingkat literasi dan inklusi perbankan syariah masih rendah,” tutur Abdullah.  Sebagai informasi, per Februari 2021, Bank Syariah Indonesia mencatatkan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp206 triliun dan pembiayaan sebesar Rp156 triliun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 6, 2021, 6:33 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.