Apa itu Pajak PPnBM?

Apa itu Pajak PPnBM?

Pemerintah telah menetapkan aturan pajak PPnBM melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-20/PMK.010/2021 yang ditebitkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Peraturan Menteri Keuangan itu memberi perluasan diskon atau pajak penjualan barang mewah untuk mobil dengan kapasitas kurang dari 1.500-2.500 cc. Beleid itu mulai berlaku mulai 1 April 2021.

Lalu, apa itu Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM? Dikutip dari laman pajak.go.id, PPnBM adalah pajak yang dikenakan di samping PPN atas transaksi barang-barang yang tergolong mewah. PPnBM berbeda dengan PPN, di mana PPN memiliki keistimewaan, yaitu dapat dikreditkan pajak masukannya tetapi PPnBM tidak dapat dikreditkan.

Pajak atas jual beli barang yang orang awam ketahui adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah, jual beli barang tidak hanya dikenakan PPN tetapi ada juga PPnBM. 

Baca juga: Kenali 7 Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Penerapan pajak PPnBM merupakan bentuk untuk menghilangkan sifat “tidak adil” di masyarakat atas pengenaan PPN. Jika barang tertentu hanya dikenakan PPN, maka semua orang akan membayar dengan jumlah yang sama, tidak peduli latar belakang penghasilan sang pembeli.

PPN bersifat pajak objektif, maka pengenaan PPN untuk barang-barang tertentu sering dianggap tidak adil. Oleh karena itu, khusus barang-barang yang tergolong mewah dikenakan pajak tambahan yaitu PPnBM agar pembelian barang tersebut dianggap “adil” atau dalam kata lain demi kestabilan pembebanan pajak antara konsumen berpenghasilan rendah dan konsumen berpenghasilan tinggi.

Berbeda dengan jenis pajak kendaraan yang ada seperti pajak perpanjangan STNK yang dibayarkan setiap tahun, pajak PPnBM hanya dikenakan sekali, yaitu pada saat impor Barang kena Pajak (BKP) yang tergolong mewah tersebut atau penyerahan BKP mewah tersebut kepada konsumen.

Baca juga: Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan di Jakarta

Tarif PPnBM pun berkisar paling rendah 10 persen dan paling tinggi 200 persen tidak seperti PPN yang menggunakan tarif tunggal 10 persen. Tujuan, agar konsumsi barang tergolong mewah ini dapat dikendalikan serta pemerintah juga melindungi produsen dalam negeri dari serbuan impor barang mewah.

Barang-barang yang tergolong mewah tersebut dibagi menjadi dua, yaitu kendaraan bermotor dan bukan kendaraan bermotor. Nah, yang saat ini ramai dibicarakan dan sudah dikeluarkan aturannya terkait PPnBM kendaraan untuk jenis mobil dengan kapasitas silinder kurang dari 1.500 hingga 2.500 cc. Aturan itu mulai berlaku mulai 1 April 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 6, 2021, 6:47 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.