Jumlah Investor Layanan Invest OVO Tumbuh Pesat

Jumlah Investor Layanan Invest OVO Tumbuh Pesat

Di masa pandemi, platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial, OVO merasakan pertumbuhan investor reksa dana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) kelolaan Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Hanya dengan modal Rp10 ribu, MOBLI dapat diakses di aplikasi OVO melalui layanan ‘Invest’ dimana 90 persen pengguna layanan  ini mengunggulkan fitur pencairan dana yang mudah dan 61 persen memilih layanan tersebut karena pergerakan transaksinya dapat dengan mudah dimonitor di aplikasi OVO.

Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengatakan, performa reksa dana pasar uang MOBLI sejak pertama diluncurkan di akhir Januari 2021 hingga kini sangat memuaskan, dimana jumlah investor telah menembus 250 ribu orang hanya dalam kurun waktu dua bulan.

Baca juga: Reksa Dana Pasar Uang Sebagai Alternatif Menyimpan Dana Darurat

“Kebanyakan dari investor yang menggunakan fitur ‘Invest’ di aplikasi OVO dan membeli MOBLI adalah para investor pemula dan muda dengan usia rata-rata 26 tahun, dimana kriteria utama mereka dalam berinvestasi adalah karena risikonya yang rendah dan dana dikelola oleh manajer investasi yang terkemuka serta handal,” paparnya.

Profil Risiko Reksa Dana

Ketika berinvestasi, tujuan investor tentunya untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan tinggi atau rendah berbanding lurus dengan risikonya. Apabila keuntungan yang didapat tinggi, maka risikonya pun tinggi. Sebaliknya, untuk para investor pemula yang cenderung lebih memilih investasi risiko rendah, produk reksa dana pasar uang MOBLI bisa menjadi pilihan yang tepat.

Pakar Keuangan Dani Rachmat menjelaskan, berinvestasi di reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk para investor pemula. Namun, dirinya juga mengingatkan bila investor harus paham profil risiko mereka masing-masing. Hal ini penting untuk menjadi panduan menentukan portofolio investasi ke depannya.

 

Pasalnya, investasi itu terkait dengan hitungan dari untung dan rugi. “Profil risiko penting untuk mengetahui bagaimana perasaan kita saat berinvestasi bisa senang karena bisa beli di harga yang lebih murah atau takut karena investasinya malah turun,” ucapnya.

Dengan memahami profil risiko bisa menjadi panduan untuk menentukan besaran dan produk investasi yang dipilih. Selain itu, tujuan memahami profil risiko adalah untuk menentukan portofolio ke depannya. Menurut Dani, ada enam profil risiko, yaitu ekstra konservatif, konservatif, moderat, seimbang, agresif dan ekstra agresif.

Untuk yang ekstra konservatif dan memilih opsi yang benar-benar aman, dapat diambil atau dicairkan kapan saja dan tidak ada risiko sama sekali karena dijamin pemerintah, lebih baik memilih 90 persen pasar uang, 10 persen di pendapatan tetap. Untuk yang ekstra agresif, dapat memilih 80 persen atau bahkan 100 persen saham.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Reksa Dana Sebelum Mulai Investasi

Namun, Dani juga mengingatkan agar para investor tetap berhati-hati dalam memilih manajer investasi karena di reksa dana, uang yang disetorkan oleh investor akan dikelola oleh manajer investasi.

Salah dalam memilih manajer investasi bukan untung yang didapat malah buntung. Karenanya, lanjut Dani, penting untuk mengecek riwayat manajer investasi, berapa dana yang mereka kelola dan perkembangan NAB dan kinerja secara historis.

“Risiko tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diminimalisir. Semua investasi itu ada risikonya apapun jenis investasinya. Risiko dan keuntungan itu berjalan beriringan. Beberapa tips analisa risiko bagi pemula dari saya antara lain ketahui profil risiko, tentukan horizon investasi, pergunakan jasa profesional dan pilih produk yang sesuai,” tutupnya


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
April 1, 2021, 7:39 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.