Perbankan Dinilai Belum Merespons Penurunan BI7DRR

Perbankan Dinilai Belum Merespons Penurunan BI7DRR

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

Keputusan Bank Indonesia ini diambil sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah prakiraan inflasi yang tetap rendah. 

Perbankan menyikapi keputusan Bank Indonesia tersebut dengan mulai menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) secara gradual. Hasil asesmen SBDK Bank Indonesia (BI) bulan Maret 2021 menunjukkan rata-rata SBDK perbankan pada Januari 2020 hingga Januari 2021 hanya menurun 78 bps.

Baca juga: Survei BI: Pembiayaan Perbankan Februari 2021 Relatif Stabil

Padahal disaat yang sama, BI telah menurunkan BI 7 days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 125 bps. Akibatnya spread SBDK terhadap BI7DRR menjadi semakin lebar, yakni dari 582 bps pada Januari 2020 menjadi 628 bps pada Januari 2021, meningkat 46 bps.

Bank Mandiri menilai marjin keuntungan bank menunjukkan tren peningkatan. komponen pembentuk SBDK yaitu harga pokok dana untuk kredit (HPDK) dan komponen biaya overhead (OHC) mengalami penurunan sebear 98 bps dan 15 bps sejak Januari 2020 hingga Januari 2021.

SBDK Kredit Mikro Turun

SBDK kredit mikro tercatat turun paling dalam. Berdasarkan jenis kreditnya, SBDK kredit mikro mengalami penurunan paling signifikan, yakni sebesar 256 bps pada periode Januari 2020 hingga Januari 2021. Di sisi lain SBDK kredit jenis lain, tercatat mengalami penurunan yang relatif terbatas.

Baca juga: BI Terbitkan Ketentuan Pelonggaran LTV, FTV, dan Uang Muka

Di sisi lain, suku bunga deposito perbankan turun lebih agresif. BI mencatat perbankan nasional cenderung lebih cepat menurunkan suku bunga depositonya dalam merespon penurunan BI7DRR. Suku bunga deposito turun 189 bps selama Januari 2020 hingga Januari 2021, lebih dalam dari penurunan SBDK.

Penurunan SBDK diharapkan memiliki dampak positif pada meningkatnya penyaluran kredit perbankan. Akan tetapi, pelaksanaan vaksinasi yang efektif dan cepat akan lebih mampu mendorong pemulihan permintaan kredit seiring dengan pemulihan perekonomian Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 31, 2021, 7:50 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.