Masuki Vaksinasi Tahap Dua, Usahawan Mikro Harus Siap Tancap Gas

Masuki Vaksinasi Tahap Dua, Usahawan Mikro Harus Siap Tancap Gas

Genap setahun, pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia dengan total kasus positif mencapai lebih dari 1.4 juta orang. Salah satu upaya percepatan pemerintah dalam menekan angka penyebaran ialah dengan melakukan vaksinasi Covid-19. Ini diharapkan menjadi titik terang untuk mengembalikan kehidupan normal.

Menjelang akhir Maret 2021, vaksinasi tahap II sudah mulai diberikan kepada petugas pelayanan publik, lansia, tanpa terkecuali pedagang dengan akumulasi penerima vaksin mencapai 5.53 juta orang. Kementerian Kesehatan akan menargetkan vaksin ke 115 pasar di Jabodetabek sebagai golongan profesi yang cukup sering berinteraksi setiap harinya dengan konsumen.

CEO Qasir Michael Williem memandang implementasi vaksinasi merupakan sebuah sinyal baik bagi pemulihan bisnis. Pendistribusian vaksin yang sedang berjalan saat in bertujuan agar masyarakat kembali bisa beraktivitas seperti biasa tanpa dibayang-bayangi ketakutan akan tertular virus.

Baca juga: UMKM Harus Melek Digital dan Pandai Membaca Peluang di Era Pandemi

“Meskipun untuk sampai ke sana tentu saja membutuhkan waktu, namun jelas ini adalah kabar baik buat semuanya, termasuk usahawan. Jadi tidak ada salahnya kita bersiap," ucap Michael dalam keterang resmi yang diterima duitologi.com (24/3/2021).

Baru-baru ini Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menggaungkan langkah transformasi agar UMKM sigap menghadapi transisi bisnis pasca-pandemi. Pemerintah mendukung dengan tiga pilar utama antara lain, kemudahan perizinan bagi usaha mikro; transformasi digital untuk pemasaran; dan membangun teknologi produksi yang sesuai dengan standarisasi global.

Langkah pemerintah bagi koperasi dan UMKM ini patut diapresiasi. Terlebih digitalisasi yang sudah mulai menggeliat setahun belakangan ini jangan sampai ditinggalkan, justru harus lebih dioptimalkan penggunaannya. “Sekarang tinggal bagaimana dari sisi pelaku usaha. Tentunya pelaku usaha juga harus mempersiapkan diri menyambut era baru bisnis pasca-pandemi,” jelas Michael.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Melalui Fintech, Adakah Peluangnya?

Menurut Michael, untuk mendorong penjualan produk ataupun jasa yang sempat tersendat belakangan ini pasti memerlukan promosi yang gencar dan masif, baik secara konvensional maupun digital. Namun, karena UMKM masih berada dalam masa transisi akibat pandemi, porsi penggunaan teknologi lebih bisa diandalkan.

Michael juga mengingatkan untuk terus mengingatkan meski vaksin sudah mulai dijalankan, protokol kesehatan yakni memakai masker selama melakukan kegiatan fisik, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer secara berkala ketika melakukan transaksi, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi tetaplah harus diterapkan. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 25, 2021, 5:36 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.