Survei NeuroSensum: 66 Persen Masyarakat Tahan Diri Lakukan Tradisi Ramadan

Survei NeuroSensum: 66 Persen Masyarakat Tahan Diri Lakukan Tradisi Ramadan

Memasuki tahun kedua Ramadan selama pandemi, masyarakat masih membatasi pelaksanaan sejumlah tradisi dan ritual Ramadan. Laporan hasil survei NeuroSensum Annual Ramadan Spending Tracker 2021 mengungkapkan 66 persen masyarakat merasakan ritual Ramadan yang paling berdampak adalah pelaksanaan tarawih di masjid.

CEO NeuroSensum & SurveySensum Rajiv Lamba mengatakan, masyarakat masih menahan perayaan Ramadan, namun ada perubahan signifikan pada perilaku dalam melaksanakan tradisi, ritual ibadah, dan berbelanja dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca juga: Trik Meningkatkan Omzet Penjualan di Bulan Ramadan

Di tahun ini masyarakat kita sudah lebih bisa memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan selama Ramadan. Masyarakat mulai beradaptasi mencapai ‘keseimbangan’ antara mencegah penularan Covid-19 dan melakukan perayaan atau tradisi sederhana di bulan Ramadan nanti.

 “Meski sudah setahun hidup dalam pandemi, 62 persen konsumen masih khawatir dengan penyebaran Covid-19. Karena itulah Ramadan tahun ini alih-alih melaksanakan shalat tarawih di masjid, mereka lebih memilih melakukannya di rumah dengan keluarga inti,” katanya (23/3/2021).

Baca juga: Yuk, Tetap Hemat Saat Bulan Ramadan

Tradisi pertemuan kasual Ramadhan lainnya pun akan terpengaruh. Sekitar 63 persen masyarakat masih menahan diri tidak melakukan ‘ngabuburit’ atau jalan sore menjelang buka puasa. Selain itu, lebih dari separuh responden juga enggan mengikuti tradisi silaturahmi tatap muka selama Ramadan seperti mengikuti acara sosial, ziarah dan umrah, dan sahur di luar rumah (sahur on the road).

Dengan membandingkan studi NeuroSensum Annual Ramadan Spending Tracker tahun lalu, riset tahun ini memenukan lebih banyak masyarakat yang optimis akan berdonasi dan zakat lebih besar di tahun ini. Optimisme berzakat meningkat 15 kali lipat dan donasi 2,2 kali lipat dibanding Ramadan 2020.


Di sisi belanja, mayoritas masyarakat sudah mulai merencanakan belanja Lebaran 2021 sejak Maret 2021. Sekitar 41 persen konsumen berbelanja satu bulan sebelum Ramadan, yaitu untuk barang keperluan sehari-hari dan fashion.

Di 2-3 bulan sebelum Ramadan, 25 persen masyarakat sudah membeli tiket mudik dan 13 persen lainnya memutuskan baru akan berbelanja selama bulan Ramadan. Di luar itu, terdapat 10 persen masyarakat yang merasa tidak berbelanja sama sekali untuk Ramadan tahun ini.

Baca juga: Mengapa di Bulan Ramadan Pengeluaran Lebih Boros? Ini Jawabannya

Meskipun pandemi berdampak berbeda pada setiap orang, rencana perjalanan untuk Ramadan 2021 tetap tenang untuk hampir semua orang. Sementara 38 persen konsumen akan bepergian untuk mudik, 45 persen konsumen tidak akan bepergian sama sekali.

 “Selain itu, meski mereka akan merayakan Ramadan dengan sedikit lebih layak dibanding tahun lalu, mereka akan memiliki beberapa batasan. Misalnya, 31 persen konsumen tidak akan bersosialisasi dengan teman atau keluarga dan 27 persen tidak akan makan sahur di luar rumah,” ungkap Rajiv.

Baca juga: Riset Neurosensum: ShopeePay Pimpin Dompet Digital Kuartal Pertama 2021

Data menarik lain yang ditemukan platform online menjadi saluran yang paling disukai. Dibandingkan dengan 33 persen konsumen yang berbelanja online saat Ramadan 2020, tahun ini setidaknya 37 persen konsumen akan berbelanja online untuk belanja Ramadan. Sekitar 40 persen konsumen akan berbelanja bahan makanan online, dan 33 persen akan berbelanja barang-barang lainnya.

Diakui Rajiv, penggunaan saluran online telah meningkat sejak tahun lalu. Beberapa perusahaan e-commerce pun mengatakan banyak hal yang diharapkan terjadi dalam empat tahun ke depan telah terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir di Indonesia.

“Pandemi ini mempercepat akselerasi trafik saluran online karena seluruh transformasi digital yang seharusnya terjadi dalam lima tahun ke depan telah terjadi dalam enam bulan,” ungkap Rajiv dalam paparan NeuroSensum Annual Ramadan Spending Tracker 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 24, 2021, 8:17 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.