Dorong Transaksi Non-Tunai, Cashlez Jajaki Pasar Tradisional

Dorong Transaksi Non-Tunai, Cashlez Jajaki Pasar Tradisional

Sejalan dengan strategi Cashlez pada tahun ini untuk memperluas jaringan pelaku usaha, Cashlez akan mulai untuk menjajaki pasar-pasar tradisional di Indonesia. Inisiatif ini ditujukan untuk memudahkan para pelaku usaha di pasar tradisional dalam memproses transaksi non-tunai.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, menjalankan protokol kesehatan menjadi syarat utama bagi setiap masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski saat ini aktivitas bisnis sudah mulai pulih kembali, namun Pemerintah tetap menghimbau masyarakat untuk meminimalkan kontak fisik, termasuk juga dalam bertransaksi.     

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai dengan tahun 2019, terdapat sekitar 185 juta pengguna internet di Indonesia, naik sebesar 74 persen secara tahunan. Hal ini selanjutnya menghasilkan sebanyak 172 juta pengguna smartphone di Indonesia, yang mengalami peningkatan sebesar 142 persen apabila dibandingkan secara tahunan.

Baca juga: Cashlez Perluas Akses Pendanaan untuk UMKM

Peningkatan yang signifikan ini pun mendukung pertumbuhan dari sisi pembayaran non-tunai, terutama pada saat pandemi dimana masyarakat mulai beralih ke pembayaran digital dalam bertransaksi sehari-hari.

Oleh karena itu, Cashlez akan menggunakan kesempatan ini untuk membantu transformasi digital bagi pasar-pasar tradisional yang pada umumnya masih menggunakan uang tunai dalam bertransaksi dalam pelaksanaan kegiatan bisnis sehari-hari.

Strategi yang diupayakan oleh Cashlez ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Pemerintah untuk mencegah dan mengurangi penyebaran virus pandemi Covid-19 melalui uang tunai.

Baca juga: LinkAja Sediakan Solusi Kemudahan Belanja Online di Pasar Tradisional

Suwandi, selaku Presiden Direktur Cashlez, menyatakan, pihaknya melihat bahwa ke depannya peluang bisnis pada sistem pembayaran non-tunai akan terus bertumbuh dengan pesat seiring dengan pertumbuhan digitalisasi ekonomi di Indonesia.

“Dengan adanya inisiatif ini, kami yakin dapat membantu pelaku UMKM di pasar tradisional untuk dapat bersaing pada era digital,” kata Suwandi dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (17/3/2021).

Untuk saat ini, Cashlez sedang menjajaki pasar-pasar tradisional di daerah Pulai Jawa. Untuk ke depannya Cashlez akan menjalin kerja sama dengan pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Indonesia lainnya.

Melalui kerja sama ini, konsumen dapat melakukan pembayaran dengan kode QR, Cashlez-Link, virtual account, dan digital wallet sehingga dapat menimalisir adanya kontak fisik pada saat melakukan transaksi di pasar tradisional.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 18, 2021, 5:50 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.