Apa Prinsip dalam Perencanaan Keuangan Syariah?

Apa Prinsip dalam Perencanaan Keuangan Syariah?

Pandemi yang belum berkesudahan membuat banyak orang mulai menghitung ulang rencana keuangan. Mereka kembali mengatur arus kas, membuat tujuan keuangan, dan menyusun prioritas hidup. Salah satu yang mulai dilirik adalah perencanaan keuangan syariah.

Apa itu perencanaan keuangan syariah? Sebenarnya, perencanaan keuangan syariah itu sama dengan perencanaan keuangan pada umumnya yang intinya adalah proses untuk mencapai tujuan keuangan melalui manajemen keuangan.

Bedanya, perencanaan keuangan syariah dalam prosesnya dilakukan lebih hati-hati dan sangat memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Prinsip itu antara lain tidak mengandung unsur riba, tidak mengandung unsur ketidakjelasan (gharar), tidak mengandung atau diperoleh dari hasil spekulasi (maysir), dan bukan merupakan aset yang haram.

Baca juga: Masyarakat Perlu Mengubah Cara Pandang Pengelolaan Keuangan

Contoh penerapan dalam pengaturan arus kas, perencanaan keuangan syariah harus memasukan alokasi untuk zakat, memprioritaskan pembayaran utang jika punya, dan mengalokasikan investasi masa depan secara rutin.

Selanjutnya, dalam tujuan keuangan harus sesuai prioritas yang diajarkan dalam Islam. Misalnya, menunaikan ibadah haji harus lebih diprioritaskan dari jalan-jalan ke luar negeri, dan menyiapkan dana sekolah anak harus lebih diprioritaskan dari tujuan ganti mobil.

Kemudian, untuk mencapai tujuan keuangan juga memanfaatkan produk-produk keuangan dan investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Dalam investasi contohnya, Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, deposito syariah, atau reksa dana syariah.

Baca juga: 3 Alasan Kenapa Investasi itu Penting

Selain itu, perencanaan keuangan syariah juga mencakup perencanaan waris yang harus mengikuti aturan waris dalam Islam. Pasalnya, perencanaan keuangan syariah terkait dengan tujuan hidup maka harus berencanakan sebaik mungkin, diawali dengan menikah, memiliki anak, membeli rumah, memiliki kendaraan pribadi, naik haji, pergi liburan, pendidikan anak, kemudian masa pensiun.

Sulit? Tidak juga. Anda hanya perlu pandai mengatur diri sendiri dalam menggunakan uang. Anda tidak bisa mengatur harga bahan makanan, tetapi Anda bisa mengatur menu makanan sendiri. Anda tidak bisa mengatur harga BBM, tetapi Anda bisa mengatur pemakaian BBM. Anda juga tidak bisa mengatur biaya pendidikan anak, tetap Anda bisa mulai menyiapkan dananya sedini mungkin.

Itu adalah sedikit contoh bahwa Anda tidak perlu pandai mengatur uang tetapi Anda hanya perlu pandai mengatur diri sendiri dengan menggunakan uang. Pada prinsipnya, banyak hal kecil yang sering kita anggap remeh tetapi punya dampak besar pada keuangan Anda.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 16, 2021, 9:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.