BSI Gandeng Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi Kembangkan Ekonomi Syariah

BSI Gandeng Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi Kembangkan Ekonomi Syariah

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap melakukan kolaborasi dan sinergi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi untuk pengembangan ekonomi syariah. Hal ini diungkapkan dalam acara seremonial peresmian Center of Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec) & Forum Nasional Keuangan Syariah.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi menuturkan, agar ekosistem ekonomi dan perbankan syariah bisa besar dan kuat, perlu adanya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. "Salah satunya adalah lembaga yang mengembangkan kreativitas, literasi finance dan ekonomi digital syariah seperti Shafiec," katanya.

BSI, lanjut Hery, aktif melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi terkait implementasi kurikulum keuangan syariah, penelitian, dan pengembangan produk serta layanan bank syariah. Selain itu BSI juga bekerja sama dengan asosiasi seperti MES dan Asbisindo melalui forum diskusi dan seminar untuk pengembangan bank syariah.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Masuk 10 Emiten Terbesar BEI

Langkah ini dilakukan untuk mencapai visi BSI menjadi top 10 bank syariah global berdasarkan kapitalisasi pasar dalam jangka waktu lima tahun ke depan. BSI juga berkomitmen melayani lebih dari 20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan aset dan nilai buku menjadi Rp50 triliun di tahun 2025.

Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin dalam sambutannya mengatakan, peresmian Shafiec & Forum Nasional Keuangan Syariah ini diharapkan bisa berperan penting dalam pengembangan ekonomi syariah dan digital. “Peresmian Shafiec ini menjadi ikhtiar yang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta pengembangan ekosistem digital,” ujar Ma'ruf Amin.


Menurut Ma'ruf Amin, untuk menjadi pusat ekonomi syariah di dunia, Indonesia harus meningkatkan pengembangan produk halal, ekonomi syariah, dana sosial syariah dan pengembangan perbankan syariah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap keberadaan Shafiec sejalan dengan tren peningkatan literasi dan ekonomi syariah di Indonesia. Adanya Shafiec bisa berkontribusi dalam pengembangan SDM dan kebijakan di bidang ekonomi yang memahami dinamika global dan perubahan teknologi.

“Tentunya dengan tetap mengacu pada nilai islami di antaranya adalah keadilan, kejujuran, integritas, profesionalisme, tata kelola keislaman yang akuntabel dan dapat dipercaya,” ucap Sri Mulyani.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Dubai Islamic Bank

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo juga berharap lahirnya Shafiec dapat mengisi dan memperkuat fondasi pengembangan ekonomi syariah. Sehingga bisa mewujudkan keinginan Indonesia sebagai episentrum keuangan syariah.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar sudah seharusnya memiliki layanan keuangan syariah yang kuat dan mumpuni. Jumlah penduduk muslim yang besar bisa menjadi pilar dan energi pengembangan ekonomi syariah nasional.

Berdasarkan The State of The Global Islamic Economy Report (SGIE Report) 2020/2021, Indonesia berada di posisi keempat, naik kelas dari peringkat kelima tahun 2019 dan dari peringkat 10 tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh lima indikator di antaranya, islamic finance, halal food, muslim friendly travel, modest fashion, media and recreation, serta cosmetic and formation.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 15, 2021, 9:35 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.