Avrist Assurance Bayarkan Klaim Senilai Rp424 Miliar

Avrist Assurance Bayarkan Klaim Senilai Rp424 Miliar

PT Avrist Assurance membayarkan klaim sebesar Rp424 miliar melalui kanal distribusi asuransi kumpulan atau Employee Benefit Division (EBD). Klaim sejumlah Rp424 miliar tersebut didominasi oleh klaim atas Group Medical Service, yakni perlindungan kesehatan untuk nasabah korporat sebesar 397 miliar, kemudian disusul dengan klaim atas Group Life Service senilai Rp27 miliar.

Kanal distribusi asuransi kumpulan atau EBD merupakan salah satu kanal distribusi yang dimiliki Avrist Assurance khusus melayani nasabah korporat. Dengan pembelian asuransi kumpulan, perusahaan dapat memberikan fasilitas berupa asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, hingga asuransi jiwa kepada karyawannya secara kolektif.

Baca juga: Avrist Assurance Perkuat 5 Kategori Produk Jalur Distribusi Asuransi

Direktur PT Avrist Assurance Yasuo Sato menyampaikan, pembayaran klaim ini merupakan salah satu wujud komitmen Avrist Assurance yang selalu memenuhi tanggung jawab atas perlindungan kesehatan dan jiwa nasabah.

“Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak korporat yang sangat terbantu dengan adanya fasilitas perlindungan kesehatan, karena kami turut membayarkan biaya pengobatan pasien Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (1/3/2021).

Bisnis EBD mengalami tantangan yang cukup besar selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tersendatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia memberikan dampak cukup besar bagi berbagai industri, sehingga banyak perusahaan harus mengurangi beban pengeluaran seperti biaya perlindungan kesehatan dan jiwa untuk karyawan.


Di tahun 2020, kanal distribusi asuransi kumpulan mencatatkan pendapatan premi dari bisnis renewal sebesar Rp541 miliar, meningkat 43 persen dari perolehan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp379 miliar. Peningkatan premi ini bersumber dari pendapatan premi existing nasabah korporat telah memercayakan Avrist Assurance sebagai penyedia jasa perlindungan karyawan.

“Pendapatan premi untuk kanal distribusi EBD didominasi dari bisnis renewal, artinya premi ini berasal dari permintaan perpanjangan masa perlindungan dari existing nasabah korporat. Ini merupakan strategi sekaligus bukti pelayanan prima dari kami, sehingga nasabah korporat tetap setia bermitra dengan Avrist Assurance,” jelas Yasuo.

Baca juga: Ini 3 Jenis Asuransi yang Wajib Dimiliki Setiap Keluarga

Di tahun 2021 ini, kanal distribusi EBD akan membidik usaha kategori menengah serta menerapkan sistem prudent underwriting, artinya mempertimbangkan risiko secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan data rasio klaim.

“Kami bersinergi dengan unit DPLK atau pengelolaan dana pensiun karyawan agar existing nasabah korporat dari kanal distribusi EBD juga dapat memperoleh pelayanan DPLK dari Avrist Assurance. Sehingga pelayanan dari kami lebih komprehensif, mulai dari perlindungan kesehatan karyawan, perlindungan jiwa, hingga dana pensiun karyawan,” ungkap Yasuo.

Baca juga: Mau Ambil Asuransi, Kenali Dulu Istilah-istilah dalam Asuransi

Secara korporasi, Avrist Assurance telah mencatatkan rasio solvabilitas (RBC) sebesar 429 persen pada bulan Desember 2020, melebihi standar yang ditetapkan OJK sebesar 120 persen. Perusahaan juga dipercaya untuk mengelola aset dengan nilai lebih dari Rp11 triliun.

“Kami tetap optimis untuk dapat tumbuh di tahun 2021 ini, mengingat program vaksinasi dari pemerintah sudah mulai berjalan, sehingga diharapkan ekonomi Indonesia dapat segera membaik,” pungkas Yasuo Sato.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
March 2, 2021, 8:07 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.